Senin, 30 Maret 2026

Pemeringkatan BUMKalurahan : Titik balik melihat roh BUMKal

 TPPRongkop(30/04/2026)- Pemeringkatan BUM Kalurahan.Titik balik melihat perjalalanan BUMKalurahan.

             hoto : pengisian intrumen                    

https://docs.google.com/document/d/1MHmoxEKQvVKUQLWU6Vi2qvOAdGlw6UDT/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Desa Wisata,Terlalu Indah Dilupkan

 TPPRongkop (31/04/2026)-Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (2011) menjelaskan bahwa Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Lebih lanjut, Fatmawati et al. (2017) mendefinisikan desa wisata merupakan sebuah desa yang hidup mandiri dengan potensi yang dimilikinya dan dapat menjual berbagai atraksi-atraksinya sebagai daya tarik wisata tanpa melibatkan investor.


Kementerian Pariwisata (2011) menjelaskan bahwa kriteria dalam menentukan desa yang akan dijadikan desa wisata adalah memiliki potensi wisata yang dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata, memiliki aksesibilitas, dan sudah memiliki aktivitas wisata atau berada dekat dengan aktivitas wisata yang sudah ada dan terkenal. Berikut penjelasan terkait kriteria desa wisata.


1. Keberadaan/kedekatan dengan objek wisata yang sudah ada


Sastrayuda (2010) menjelaskan lebih lanjut bahwa desa wisata akan lebih baik jika sudah memiliki aktivitas wisata atau berada dekat dengan objek wisata. Hal tersebut akan mendukung kemudahan dalam melakukan pengembangan desa menjadi desa wisata.


2. Memiliki potensi wisata


Potensi desa yang dapat dijadikan sebagai objek wisata adalah potensi sumberdaya alam, budaya, dan pertanian.


a. Potensi sumberdaya alam


Sumberdaya alam adalah daya tarik keseluruhan atau sebagian bentang alam berupa gunung, laut, sungai, dan sebagainya yang merupakan anugerah dari tuhan (Muntasib et al. 2014). Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (2011) menjelaskan bahwa sebagian besar potensi sumberdaya alam yang ada di Indonesia terletak di wilayah pedesaan. Teguh dan Avenzora (2013) menjelaskan lebih lanjut bahwa pemanfaatan potensi alam dalam pengembangan desa wisata dapat membantu dalam upaya melestarikan dan menjaga keaslian serta keindahan alam yang dimiliki desa.


b. Potensi budaya


Kebudayaan tidak lepas dari kehidupan masyarakat, umumnya pada masyarakat pedesaan (Sastrayuda 2010). Kebudayaan dapat berupa sistem kehidupan masyarakat desa, kesenian tradisional, makanan khas, dan sebagainya yang terbentuk akibat dari perilaku kehidupan masyarakat yang sudah turun temurun.


c. Potensi pertanian


Masyarakat di wilayah pedesaan umumnya memiliki mata pencaharian disektor pertanian, hal ini menggambarkan bahwa lahan di wilayah pedesaan pada umumnya dimanfaatkan untuk sektor pertanian (Teguh dan Avenzora 2013).


3. Keterbukaan masyarakat desa


Masyarakat merupakan unsur yang sangat penting dalam pengembangan desa wisata. Masyarakat memiliki peran dalam menjaga dan melestarikan keunggulan dari produk wisata pedesaan. Keterbukaan masyarakat berkaitan dengan keinginan masyarakat dalam menerima desanya dijadikan desa wisata dan kesiapan berperan dalam desa wisata (Sastrayuda 2010).


4. Aksesibilitas


Lokasi desa yang strategis akan mempermudah akses wisatawan menuju ke desa wisata. Aksesibilitas berkaitan dengan kondisi jalan menuju desa dan kemudahan dalam menentukan transportasi yang akan digunakan (Yoeti 1991 dalam Atmoko 2014).


 


Terdapat kriteria yang digunakan selain yang telah disebutkan yaitu keberadaan tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat yang dimaksud adalah sosok atau seseorang yang dapat menjadi trigger untuk pengembangan desanya menjadi desa wisata.


Yoeti (1981) dalam Yusfida (2013) menjelaskan bahwa suatu objek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar objek tersebut diminati pengunjung, yaitu.


Something to see adalah objek wisata harus mempunyai sesuatu yang bisa dilihat atau dijadikan tontonan oleh pengunjung wisata. Objek wisata harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu menarik minat dari wisatawan untuk berkunjung.

Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, dan sebagainya. Hal tersebut berupa fasilitas rekreasi seperti arena bermain atau tempat makan.

Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja. Pada umumnya

adalah ciri khas daerah yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.


Raharjana (2010) menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata dilakukan dengan menerapkan pendekatan community based tourism. Pendekatan tersebut melibat masyarakat sebagai pelaku utama dalam desa wisata, sedangkan keterlibatan pemerintah dan swasta sebatas memfasilitasi masyarakat.


Raharjana (2010) menjelaskan lebih lanjut pengembangan desa wisata dapat dilakukan dengan pendekatan pada tiga sisi pengembangan yaitu pada kelembagaan desa wisata, objek dan daya tarik wisata, dan sarana dan prasarana wisata.


Pengembangan kelembagaan desa wisata

Kelembagaan memliki peranan dalam perencanaan awal untuk menentukan usulan program atau kegiatan desa wisata. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang desa wisata. Salah satunya adalah melalui program pelatihan pengembangan desa wisata seperti pelatihan bagi kelompok sadar wisata, pelatihan tata boga dan tata homestay, pembuatan cinderamata, dan pelatihan guide atau pemandu wisata termasuk didalamnya keterampilan menjadi instruktur outbound.

 

Pengembangan objek dan daya tarik wisata

Perencanaan awal untuk pengembangan objek dan daya tarik wisata oleh masyarakat sebagai tuan rumah. Pengembangan tersebut dibuat agar mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai potensi yang dimiliki oleh desa.


Pengembangan sarana prasarana wisata

Perencanaan awal pengembangan sarana dan prasarana dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah diarahkan untuk pengembangan sarana prasarana wisata yang baru seperti alat-alat outbound, pembangunan gapura, gedung khusus pengelola desa wisata, cinderamata khas setempat, dan rumah makan bernuansa alami pedesaan.


Pengembangan Desa sebagai desa wisata dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa dipadukan dengan kebutuhan dan dukungan wisatawan. Pengelolaan Desa Wisata dilakukan oleh BUMDes Panyampa bekerja sama dengan masyarakat Desa setempat.(gunawan aribowo)

Minggu, 29 Maret 2026

Penyelarasan BKK dan Dana Desa: Upaya Pendamping Desa Berdamai Dengan Pemberdayaan

Yogyakarta,TPPRongkop(30/03/2026)- Mengakhiri bulan Maret 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat,Kalurahan,Kependudukan,Dan Pencatatan Sipil DIY menggelar penyelarasan BKK Dais dan Dana Desa 2026.

Kegiatan yang berlangsung dua hari di hotel Chantya Yogyakarta  menyajikan model paparan, diskusi , diracik menarik dipandu moderator klaudia.


Roossy Budiawan,PSM Ahli Madya  Dinas Pemberdayaan Masyarakat,Kalurahan,Kependudukan,Dan  Pencatatan Sipil DIY menjelaskan,” sinergi program dengan melibatkan TPP Kemendesa RI sebagai sebuah terobosan yang akan melahirkan kekuatan pemberdayaan di DIY.”Penyelarasan penggunaan bantuan keuangan khusus Dana Keistimewaan dan Dana Desa ,dua kekuatan anggaran perlu pendampingan agar dampak program dirasakan oleh masyarakat,imbuh Roossy”.

                       ( doc.forkom TPP DIY)
Untuk menguatkan pemahaman keistimewaan DIY, Eko Suryanti, Kabid Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur Wakil Gubernur dan Kelembagaan Paniradyo Keistimewaan menjelaskan ,”Kebijakan penggunaan BKK Dana Keistimewaan Urusan Kelembagaan memerlukan input berupa perencanaan kegiatan, pelaksanaan yang berdampak serta pertanggungjawaban “.

Selain BKK keistimewaan, Dana Desa 2026 menjadi gerbong yang akan menghantarkan kesejahteraan di Kalurahan.Murtodo, Korprov DIY menjelaskan,”Delapan fokus penggunaan Dana Desa  untuk 
  • Penanganan Kemiskinan Ekstrem: Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dengan maksimal Rp300 ribu per KPM per bulan.
  • Peningkatan Layanan Dasar: Penurunan stunting, gizi masyarakat, revitalisasi Posyandu dan Poskesdes.
  • Ketahanan Pangan & Ekonomi: Pengembangan lumbung pangan desa, usaha tani, dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
  • Infrastruktur & Digitalisasi: Pembangunan fisik melalui padat karya tunai (PKTD) dan pengembangan infrastruktur digital.
Perlu keseriusan TPP untuk mensukseskan kebijakan sebagai seorang profesional”.


Sebagai rekomendasi , Hery Santoso, Tenaga Ahli Pemberdayaan Kab Gunungkidul, memaparkan,”Pola kegiatan yang berkelanjutan, perlu kerangka acuan, dilakukan terpadu, ada kontrol melalui monitoring dan evaluasi”.Monev menjadi pilihan mengetahui target capaian, dampak dan bahan penyusunan kebijakan berikutnya,ujar Herry”.

Dari pantauan redaksi, peserta yang hadir memenuhi ruang diskusi Chantya ,terhipnosi materi  dengan seksama mengikuti materi secara aktif.(gunawan aribowo)-





Selasa, 17 Maret 2026

Buka bersama Petir : Menuntun Harmoni Sesama

 Petir Rongkop_Blogspt(17/03/2026)

Menjelang akhir puasa 2026, balai kalurahan petir (17/03/2026) menjadi saksi.Penyatuan perjalanan spiritual pamong,lembaga,pendamping desa yang dikemas dalam buka bersama.

(doc .buka bersama Petir-sambutan Lurah Sarju,S.IP)

Kebersamaan ini,menjadi penyadaran diri,manusia lahir sebagai makhluk sosial.Saling merangkul mewujudkan visi desa.

Acara diawali sambutan Lurah ,Sarju S.IP yang memberikan wejangan spriritual tentang pembangunan,puasa sebagai laku prihatin ,ikhtiar meraih kemuliaan.Hal ini diharapkan bisa diterapkan di keseharian petir.(g.aribowo)

RAT KDMP Petir: Bersandar di Gerai KDMP

Rongkop,TPP Rongkop(17/03/2026)-Menjelang akhir puasa,Petir ,kalurahan di Kapanewon Rongkop ,membuka ruang diskusi bagi warga desanya untuk menggagas kesejahteraan melalui KDMP.

                   (photo RAT KDMP Petir)

Tomi Wibowo,Ketua KDMP Petir menuturkan," KDMP belum bisa berbuat banyak"•" Kita masih berharap dari pbangunan gerai kdmp.Beragam usaha beserta fasilitas disiapkan si KDMP,"imbuh Tommy wibowo.


Minggu, 15 Maret 2026

Babonisasi Upaya Inovatif Penanganan Stunting

 Kalurahan Pucanganom pada tahun 2024 telah menghibahkan ayam babon kepada keluarga rentan stunting

berikut video dokumentasi 

https://drive.google.com/drive/folders/1_-07j5G7Zn-MNGFETpdMtNv3cBvNweeO

Desain Cabai Semugih:Navigasi menuju keswadayaan

 Rongkop, TPPblogspot.com(16/3/2026) Penyelenggaraan pembangunan di desa, setidaknya memerlukan arah , target, dan tahapan.

Tiga hal tersebut menjadi gerbong bagi desa membawa visi kesejahteraan.

Berikut desain kegiatan desa asil fasilitasi tpprongkop, 2025 ( g.aribowo)

https://drive.google.com/file/d/1v1JjFN6t8yHW-Devl06RHDrSZIqJpXJx/view?usp=drivesdk

Kamis, 12 Maret 2026

Hari Jadi DIY : Sinergi Peradaban diTengah ModernitasTradisi

TPPRongkop.blogspot (13/03/2026) Peringatan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang kini secara resmi diperingati setiap 13 Maret (berdasarkan Perda DIY No. 2 Tahun 2024), bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan sejarah, memperkuat jati diri, dan merumuskan arah masa depan.

Pentingnya Sejarah (1755-2026)

Hari jadi yang ditetapkan pada 13 Maret 1755 merujuk pada Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat (Peristiwa Palihan Nagari). Ini menegaskan bahwa DIY memiliki akar sejarah dan kedaulatan yang panjang sebelum bergabung dengan Republik Indonesia.

Refleksi (2026)

Peringatan ke-271 tahun 2026 mengusung tema "Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku". Ini bermakna ajakan bagi masyarakat dan pemerintah untuk mawas diri, melangkah maju secara terarah, serta membangun dengan bertanggung jawab berbasis budaya dan kearifan lokal.

Sinergi Modernitas dan Tradisi

Sultan HB X menekankan bahwa DIY harus tumbuh menjadi daerah yang maju dan modern, namun tidak meninggalkan nilai-nilai budaya dan spiritual. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pelestarian budaya.

Keistimewaan sebagai Jiwa

Hari Jadi DIY tidak terlepas dari makna 13 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK). Keistimewaan (pertanahan, tata ruang, kebudayaan, kelembagaan, dan tata cara pengisian jabatan Gubernur/Wagub) harus dihidupkan setiap hari, bukan hanya saat perayaan. sekaligus pengingat untuk memperkuat integritas, meningkatkan inovasi, dan terus merawat keistimewaan. (g.aribowo)


Meneropong Kewirausahaan Desa

 https://docs.google.com/presentation/d/1nlJ04Ng44FybtwjTlfLk7n6Ud1LYAeZi/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Desa Bersih KKN

 https://drive.google.com/file/d/1w-gtryh-vNISQaWoCX39HjelENzIsTrc/view?usp=drivesdk

Berkenalan dengan Stunting

 https://docs.google.com/presentation/d/1-B5hnxzEsRg6HGh0Cxmbft0A9Aol-i9w/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true


https://docs.google.com/presentation/d/1LrvSHImm21kX63Lsjq6mUZQxXM-HYT4M/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true


https://drive.google.com/file/d/1SsRD8Z0ry4TMRFjZoYrC3gSXfyDMih0p/view?usp=drivesdk

Kaleidoskop Rongkop

 https://drive.google.com/file/d/1O-k3hqN8_0KxW9VE0E0PuN4GADL9l4kO/view?usp=drivesdk


https://drive.google.com/drive/folders/1OEMSqg2MlNNf6MpsVOpNLGDE7YuFEajV

Inisiasi Penanggulangan Bencana

 https://docs.google.com/document/d/1dL8f9iwFaHnUmwkPCG1F_HKN8OHGHC8c/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Kinerja Lurah

 Mencari formula untuk mendukung pencaian kerja,menjadi keharusan.

Formula ,bekangan disepkati menjadi tolk ukur.

Termasuk tolok ukur kinerja seorang Lurah

Bagaimana kinerja disusun?

kami hadirkan sepenuhnya untuk anda(g aribowo)


https://docs.google.com/presentation/d/1gGhhQ0G2y3MyLKjwvOJNS9cUsfofgHNS/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Pemasaran Produk

 Masarkan produk UMKM.desa tidak sekedar halo sana halo sini.Tapi strategi menjadi penting.

Bagaimana sebaiknya asaran dikukan? (g.aribowo)

https://docs.google.com/presentation/d/1MDeOykYSkkfbJIMfuzy32BviDOwXt1Mi/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Kendali RKPKalurahan

 Rkp Kalurahan ,siaappun sepakat.Tidak sekedar ada.Bahkan sebagai syarat elengkap.Apa saja yang perlu dilkukan untuk mastikan RKPKalurahanenjadi berdaya?(g.aribowo)

https://docs.google.com/document/d/1iGyBkdVLCUmEvf25SDTXuJ-YNZNMcI4r/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Kalender BPD

 BPD atau Bamuskal, merupkan organisaai di Desa yangnperanya diharakan signifikan sesuai tujuan.

Dalam siklus tahunan,agenda ap saja yang sebaiknya dijalankan?

https://drive.google.com/file/d/1g5x2YYnqQjSOI-YwqbC41Yy0nTdXm3s1/view?usp=drivesdk

Alur Musdes

 Bagaimana musdes RKPDesa dijalqnkqn?

berikut materi untuk anda

https://docs.google.com/document/d/1iBImaIRdhGTmihScFXYzJGLPSdw99fFa/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Tekhnik Fasilitasi

 https://drive.google.com/file/d/1g8uupTXxccH3j9WZwo64BOjoQF112ODn/view?usp=drivesdk

Rabu, 11 Maret 2026

Hasil Pemberdayaan Masyarakat :Galeri Video

 TPPRongkop.blogspt(Maret 2026). Pemberdayaan masyarakat sebagai upya nyata,ada dampk yang dihasilkan serta mampu membentuk pola kemandirian


https://drive.google.com/file/d/1sSMJZfyL2yPOTSQvoyOcayynxhtrJIEK/view?usp=drivesdk

Lemarengan,Ritual Sakral Petani Desa

 Rongkop,TPPblogspot.com(12/03/2026)- Lemarengan,istilah turun temurun yang selalu diperkenalkan ke generasi petani desa.

      foto :suasana senja di desa(g.aribowo)

Curah hujan berkurang,menjadi pertanda awal lemarengan.Yang paling menjadi patokan adalah berakhirnya masa panen palawija musim penghujan.

Selesai panen,terdapt sisa bulan dalam hitungan kalender jawa,9 bulan sisa menuju musim tanam tahun berikutnya.

Sisi lain ,kebutuhan hidup tidak terelakkan.

Hal inilah yang mendorong petani desa berspkulasi menanam kembali palawija di sisa waktu siklus pertanian.Meskipun jaminan ketersediaan air hujan tidak begitu menjanjikan.

Etos kerja,hal positip yang bisa dibumikan dari smangat petani desa.

Sentuhan teknolgi,saatnya menjadi variabel penyerta untuk optimalisasi lahan dengan keterbatasan air.

Siap yang bertanggungjawab mewujudkan semuanya?Akankah kolaborasi tidak sekedar jargon?(g.aribowo)

Integritas Kalurahan:Komitmen Yang Diperjuangkan

Rongkop_TPP Blogspot (11/3/2026)_ integritas layanan publik  ,kalimat yang santer dikumandangkan seantero penjuru negeri.

Tidak terkecuali Botodayaan ,Kalurahan  di Kapanewon Rongkop Gunungkidul,DIY 

Rabu (9/3/2026) sejarah baru mencatat. Integritas lahir di sini.Inspektorat daerah Gunungkidul memilih Botodayaan sebagai lokasi apel integritas yang syarat makna.


Kalurahan bebas korupsi,nepotisme merupkan  penyatuan komitmen bersama sebagai mandat apel integritas yang dihadiri pejabat inspektorat, Panewu ,babinsa,babinkamtibmas serta diikuti seluruh pamong .semoga(gunawan aribowo)






Kamis, 05 Maret 2026

ASSEMENT REFORMASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KALURAHAN

             

                          Rongkop,_ (06 Maret 2026) Pada hari ini jumat Kapanewon telah melaksanakan Assesment hari ke dua yang di hadiri dari Kalurahan Melikan,Botodayaan dan Bohol.Hari ini hari terkahir dalam pelaksanaan Aseesment Reformasi Pemberdyaan .

Reformasi dalam Pemberdayaan Masyarakat

Reformasi pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan menekankan pada perubahan pola kerja yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel. Beberapa langkah reformasi yang sering dilakukan antara lain:

1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam musyawarah dan perencanaan pembangunan.

2. Memperkuat kelembagaan masyarakat, seperti kelompok usaha, karang taruna, dan lembaga kemasyarakatan desa.

3. Mendorong inovasi program pemberdayaan, misalnya pelatihan kewirausahaan, pengembangan potensi lokal, dan digitalisasi layanan desa.

4. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.







Dengan adanya reformasi ini, diharapkan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.






Rabu, 04 Maret 2026

Asesmen Reformasi Kalurahan: Menakar kapasitas Pelaku Pemberdayaan

Rongkop_blogspot (3/5/2026), Pergub DIY No. 40 Tahun 2023, sebagai  kebijakan strategis untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Fokusnya mencakup reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan publik, inklusivitas, dan optimalisasi Dana Keistimewaan (Danais) guna mewujudkan kesejahteraan warga, budaya pemerintahan yang baik, serta digitalisasi kalurahan.



Agenda Indonesia Emas merupakan visi pembangunan jangka panjang yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Dalam kerangka pencapaian visi tersebut, reformasi kelembagaan tampil sebagai indikator strategis yang menentukan efektivitas dan keberlanjutan pembangunan nasional. Reformasi kelembagaan bukan sekadar penataan struktur birokrasi, tetapi juga transformasi nilai, tata kelola, serta pola relasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam berbagai literatur tata kelola modern, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi publik mengadopsi prinsip-prinsip good governance (Khan & Prodhan, 2025; Pradana et al., 2025; Yang, 2025).

Untuk menakar capaian , Kapanewon Rongkop  melakukan telaah capaian kalurahan  dengan model wawancara, diskusi dengan pamong yang berlangsung selama empat hari.Target capaian yang akan diperoleh Kalurahan brupa rekomendasi kegiatan sebagai koreksi untuk follow up di bidang/kegiatan tahun berjalan melalui penyusunan perencanaan kalurahan(g.aribowo_Tia)










Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Ketika Organisasi Kehabisan Pagi

TPPRongkop_blogspot (4/3/2026), Negara ini bangun lebih awal dari banyak negara lain.

Sekolah dimulai ketika pagi masih basah oleh embun.Kantor dimulai sebelum  matahari naik tinggi.Dari luar semuanya nampak disiplin.Namun dibalik kebiasaan bangun pagi itu,tersimpan  ironi yang jarang dibicarakan: kita datang lebih awal, tetapi bekerja lebih lambat.Pagi hari -waktu paling jernih bagi manusia untuk berpikir_ justru habis untuk menunggu.

Kehilangan ini tidak tercatat sebagai kerugian ekonomi,tidak muncul dalam laporan kinerja,dan nyaris tidak dibahas dalam perumusan kebijakan.Setibanya di kantor,keterlambatan bekerja berlanjut dalam bentuk yang lebih sunyi.Pagi hari sering diisi dengan absensi,koordinasi awal yang berulang,rapat yang belum dimulai,atau sistem yang belum sepenuhnya siap.Aktivitas ini tidak selalu salah,tetapi menjadi problematis ketika menyita jam -jam awal hari yang seharusnya paling bernilai.

Dalam teori ekonomi sejak Gary Becker memperkenalkan  gagasan  alokasi waktu,jelas waktu adalah sumberdaya langka yang menentukan produktivitas.Kehilangan waktu berarti kehilangan nilai,meskipun tidak ada transaksi uang yang terlihat.Yang membuat situasi ini semakin ironis adalah bagaimana kemudian organisasi "menebus" pagi yang terbuang tersebut.

Keputusan-keputusan penting tidak diambil ketika energi masih utuh,melainkan ditunda hingga sore atau bahkan malam hari, melalui rapat-rapat setelah jam kerja yang dipersepsikan sebagai bentuk dedikasi-lembur demi tanggung jawab-padahal secara kognitif, justru inilah jam-jam terburuk untuk mengambil keputusan bermutu.

Daniel Kahneman dan para peneliti perilaku menjelaskan bagaimana kualitas pengambilan keputusan memburuk ketika energi mental terkuras, sebuah kondisi yang dikenal sebagai decision fatique.Dala kondis ini , manusia cenderung mengambil jalan aman, menghindari konflik atau sekedar menyetujui opsi .

Didalam organisasi, keterlambatan bekerja ini tercermin dalam rendahnya jam kerja efektif.Berbagai studi manajemen menunjukkan bahwa dari delapan jam kerja formal, waktu yang benar-benar produktif sering kali hanya sekitar lima hingga enam jam.Sisanyaterserap oleh transisi, koordinasi berulang, dan waktu tunggu yang tak pernah dihitung.
Mengapa kondisi ini dibiarkan berlangsung lama? Salah satu jawabanya adalah karena waktu tidak pernah diperlakukan sebagai variabel kebijakan.Ia tidak tercantum dala dokumen anggaran dan tidak menjadi indikator dalam reformasi birokrasi.Kita mengawasi rupiah dengan ketat, tetapi membiarkan menit berlalu tanpa pertanggungjawaban.Disiplin direduksi menjadi soal hadir lebih awal dan pulang lebih lambat,bukan kesiapan untuk bekerja dan berfikir secara efektif

Organisasi yang baik bukan organisasi yang bangun lebih awal atau pulang paling malam, tetapi organisasi yang tahu kapan harus bekerja dan kapan harus berpikir.
Sudah saatnya kita mengukur kemajuan bukan dari seberapa pagi kantor dibuka, atau seberapa larut ditutup, tetapi dari seberapa tepat mengambil keputusan(g.aribowo)



Pemberdayaan Pamong dan Lembaga

 Rongkop_ blogspot Maret

Berinteraksi dengan pamong tidak sekedar mbangun keakraban.

Lebih dari itubmandat besar UU Desa memilih pamong sebagai sdm yang diyakini menjadi bregada perubahan di Kalurahan.

Berikut kurikukulum pendampingan pamong kami sajikan.

https://docs.google.com/document/d/1HemaTja3dVb4WmrXUiup4u0iHB82_fxJ/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Dengan begitu,kualitas profesi TPP mengusung jargon Desa pusat pertumbuhan menjadi semakin tampak(g.aribowo)

Mitigasi kegiatan 2026

 Rongkop_bogspot (4/3/2026)- Pasca PMK  nomor 7  tahun 2026 sebagai pijakan kebijakan penggunaan anggaran dana des a terbit,bisa dipastikan penyesuaian akqn dilakukan oleh pemerintah desa.

Hal ini terjadi karena Perkal APBKalurahan terbit sebelum PMK ditetapkan.

Mitigasi merupakan diantara langkah kerja TPP Kemendesa RI.

Bebera tahap kegiatan pndampinganpun disusun.Menoleh anggaran,kegiatan serta berpacu dengan Perubahan APB Kalurahan.

Dengan demikian,keteptan sistem keuangan desa dengan kegiatan nyata menjadi akur.(g aribowo)


Pertanggungjawaban Bumkal

 Rongkop_blogspot Maret

Bumkal,sebagai organisasi ekonomi Kalurahan,syarat dengan beragam elemen.

Pengelola,pengawas,penasehat dan sasaran kerja.

Semua dibingkai dalam tata kelola organisasi.

Dalam upaya menyap warga melalui forum musyawarah ,ada kewajiban tertulis ujtuk disampaikan.Adalah laporan pertanggungjawaban.

Bagaimana laporan disajikan?

berikut ulasanya

https://docs.google.com/document/d/19Slpy62D_csVWaCYTEdEinwESYWzPw5t/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Harapanya,kerja tertata,arah jelas dan ada umpn balik dari warga sebagai energi Bum Kalurahan(g.aribowo)

Selasa, 03 Maret 2026

Video Story Pucanganom

 https://drive.google.com/file/d/1IfK4-H9DhTH-uw7sKcquhBMGgZ4vqoUs/view?usp=drivesdk

Video Story Pringombo

 https://drive.google.com/file/d/1mRFE7L0Iv2iY5jq-VhTWsmj7GqVN6B38/view?usp=drivesdk

Video Story Petir

 https://drive.google.com/file/d/1g4s6ujsSw_zOrBiy592lw5qr91anid6u/view?usp=drivesdk


https://drive.google.com/file/d/18l92jEutSbZvwsqhN3pPGsT3c4fBJWdB/view?usp=drivesdk

Video Story Bohol

 https://drive.google.com/file/d/10PngftfvjndJ3UsCMA-CSkSC2ol7QsL-/view?usp=drivesdk

Video Story Melikan

 https://drive.google.com/file/d/10Ra_lRLq_ruow_KEBz5MHMUOTSOoemcB/view?usp=drivesdk

Video Story Botodayaan

 https://drive.google.com/file/d/1OGXLOdFqrl1gQSzhGmIUoVHwTk6vpjcR/view?usp=drivesdk

Video Story Karangwuni

 https://drive.google.com/file/d/1NzBkecHkWVs1Q9sFtGFOfmgs9LuDqRtm/view?usp=drivesdk

Video Story Semugih

 Video Ketapang Kalurahan Semugih

https://drive.google.com/file/d/1RuhXYajcRmeoCYK5J6CUztvejGjrZBak/view?usp=drivesdk

Memahami Kewirausahaan

 Rongkop_Blogspot(Maret 2026)

UMKM,mulai dipercaya menjadi nadi perekonomian di Kalurahan.

Tidak hanya janji rupiah yang diharapkan.Tidak sedikit kesejahteraan lahir dari kegiatan ini.

Pertanyaan yang selalu mengemuka adalah soal pemasaran.

Bagaimana hal ini dilakukan?Rumusan ap yang wajib dikemas?

Berikut spesial UMKM untuk kita renungkan

https://docs.google.com/presentation/d/1MDeOykYSkkfbJIMfuzy32BviDOwXt1Mi/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Dengan demikian,gundah gulana tentang penjualan perlahan bisa dipami (g.aribowo)


Teknik Pendataan RTLH

Rongkop_bogspot(Maret 2026)
Rumah tidak layak huni,atau sering disebut RTLH adalah kondisi rumah yang dimiliki seseorang dengan minim standar kesehatan.

Jangka panjang ,sangat beresiko memperburuk atau menghambat endidikan keluarga.

Bagaimana tidak, genting bocor,engab,lantai belum standar kesehatan bisa menjadi ruang nyaman bagi keluarga.

Agar penentuan calon penerima RTLH tept sasaran berikut instrumen pndataan untuk anda.

https://docs.google.com/document/d/1R3bo7MXKGz8lu-b34a5zzuGGYgAAm0gj/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Dengan demikian,sasaran tidak meleset dan berdaya guna(g.aribowo) 

Senin, 02 Maret 2026

Koperasi KDMP : Barisan Bisnis Dan Demokratis

 PEMERINTAH berhasil membentuk 83.353 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) (Simkopdes.go.id, 23 Februari 2026) di seluruh desa/kelurahan Indonesia.Pemerintah kerahkan berbagai kementerian/lembaga dengan kebijakan serta regulasi untuk menyukseskan program itu. Peran Pemerintah pada program ini, seperti kita tahu,Pemerintah aktif hadir sejak fase inisiasi, desain kelembagaan, pengembangan SDM, akses sumberdaya dan  pembangunan infrastruktur fisik.

Tak hanya itu, 105.000 unit armada disiapkan untuk mendukung operasional logistik. Sumber dayanya diambil dari pagu Dana Desa sebesar 58 persen (2026). 

Otonomi diposisikan sebagai prasyarat normatif, yakni kondisi awal yang tidak boleh ditawar. Otonomi tidak lagi dipahami sebagai titik awal, melainkan sebagai hasil evolusi kelembagaan. Negara dapat hadir sebagai arsitek sedari awal serta terdapat mekanisme transisi menuju kemandirian. 

Peran aktif warga desapun akan menjadi syarat melalui dukungan sosial berup bela beli produk kdmp,dan berpran aktif dalam kelembagaan sebagai anggota.

Rapat anggota pada giliranya diminta berbicara,mengungkapkan kebutuhan serta penggalian gagasan guna menelorkan kebijakan usaha berbasis masyarakat ( g.aribowo)

Mudik ,Ekspresi Kangen

Mudik , Pertemuan Yang Mengakurkan Jaman

               Oleh : Gunawan aribowo 

MUDIK bukan sekadar perjalanan tahunan menjelang Lebaran. Ia adalah ritual sosial yang menautkan ingatan, identitas, dan emosi jutaan orang Indonesia dalam satu gerak kolektif. Setiap tahun, arus manusia bergerak serempak dari kota ke desa, dari pusat ekonomi ke pusat emosi, seolah mengikuti denyut yang sama. Fenomena ini tidak lahir dari kebiasaan spontan, melainkan tumbuh dari struktur sosial yang panjang: sejarah urbanisasi, migrasi kerja, dan budaya kekeluargaan yang mengakar kuat. Dalam konteks ini, mudik bukan hanya perpindahan geografis, tetapi ekspresi kerinduan yang dibentuk oleh sistem sosial itu sendiri sebagai sebuah “rindu struktural”. Perubahan struktur sosial Indonesia sejak dekade 1970-an menjadi fondasi utama lahirnya rindu struktural ini. Urbanisasi besar-besaran ke kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan melahirkan kelas perantau baru. Mereka hidup di kota, bekerja di pusat ekonomi, dan membangun kehidupan modern, tetapi secara kultural tetap tertambat pada desa. Identitas mereka terbelah: secara struktural mereka adalah warga kota, tetapi secara emosional mereka tetap anak kampung. Di titik inilah mudik menemukan maknanya yang paling intim. Antropolog Heddy Shri Ahimsa-Putra dalam berbagai kajian budaya dan antropologi sosialnya sejak awal 2000-an, khususnya diskursus tentang masyarakat urban–desa, menyebut mudik sebagai ekspresi “rindu struktural”, yakni kerinduan yang lahir bukan semata dari perasaan individual, tetapi dari sistem sosial yang membentuk jarak antara kehidupan ekonomi dan kehidupan emosional manusia. Kota menyediakan pekerjaan, tetapi desa menyediakan rasa memiliki. Kota memberi penghasilan, tetapi desa memberi makna relasi. Maka mudik menjadi jembatan emosional antara dua dunia yang terpisah secara struktural.


Secara etimologis, kata mudik berasal dari “mulih dilik” dalam bahasa Jawa dan “udik” dalam bahasa Melayu. Keduanya menunjuk arah pulang ke hulu, ke asal, ke sumber kehidupan. Makna bahasa ini menunjukkan bahwa mudik sejak awal bukan sekadar pulang dari tempat tinggal sementara, melainkan pulang ke akar identitas. Sejarah sosial Nusantara mencatat bahwa tradisi pulang kampung saat hari besar telah berlangsung sejak masa kerajaan, jauh sebelum negara modern terbentuk. Pada era Orde Baru (1966–1998), tradisi ini semakin menguat seiring pembangunan infrastruktur transportasi dan kebijakan cuti bersama negara, yang secara struktural justru memperbesar arus migrasi kerja dan jarak desa–kota. Harian Kompas, dalam “Mudik dan Identitas Sosial Indonesia” (10/4/2019), bahkan menyebut mudik sebagai “ritual nasional yang melampaui agama”, karena ia telah menjadi praktik sosial lintas kelas, lintas profesi, dan lintas latar belakang budaya. Artinya, mudik telah berubah dari tradisi kultural menjadi mekanisme sosial nasional, yakni sebuah sistem pulang bersama yang diproduksi oleh struktur masyarakat itu sendiri. Mudik tidak hanya bekerja pada level fisik. Ia bekerja lebih dalam, pada level identitas. Di kota, identitas manusia dibentuk oleh profesi, jabatan, status ekonomi, dan posisi sosial. Di desa, identitas dibentuk oleh relasi, silsilah keluarga, dan sejarah komunitas. Mudik mempertemukan dua sistem identitas ini dalam satu tubuh sosial yang sama.(g.aribowo)


Bumkal,Ada Apa Denganmu?

 Rongkop_TPPbloger(Maret 2026)

Bumkal,awal lahirnya UU Desa masuh terlihat samun.

Tidak begitu banyak yang memahami.



Diskusi selaluasih berkutat pada pembentukan.Jangankan keuntungan.Inovasi usahapun masih mentah.Tidak jarang yang memahami sebagai organisasi usaha pemerintah di Kalurahan.

Perjalanan dasa warsa terakhir,makin mbuka misteri.Bagaimana kekuatan Bumkal tidak saja pelengkap papan nama depan balai kalurahan,namun kesejahteraan mulai mengantri untuk diusung.

Lebih rinci tentang Bumkal?

ikuti ulasan berikut:

https://docs.google.com/presentation/d/1BfXTPgk1xUk39yzoM8ycwnpFCseyczxt/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true


Sinergi Aktor Pemberdayaan

 Rongkop_TPPBlogger(Maret 2026)

Pemberdayaan,gaungnya selalu menjadi pembuka setiap materi bicara.



Bagaimana mesin pemberdayaan bekerja?

simak ulasan berikut ini:

https://docs.google.com/presentation/d/1p9rmLg8oCxOSpc-ytxep-hXKbnKgpDEy/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

Memaknai Safari Taraweh,Merawat Nilai Sosial Ramadan,

 Rongkop_(2/3/2026), Ramadan menjadi bulan suci yang penuh berkah bagi umat Islam. Selain menjalankan ibadah puasa, ada berbagai kegiatan keagamaan yang populer dilaksanakan oleh masyarakat. Salah satu adalah kegiatan Safari Ramadan.

Kegiatan ini membawa manfaat bagi individu maupun masyarakat secara luas dengan berbagai ragam acara yang bertujuan mempererat silaturahmi. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Safari Ramadan.



Safari Ramadan menjadi ajang bertemunya seluruh elemen masyarakat daerah setempat. Hal ini membantu mempererat ukhuah atau hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, tokoh agama dengan jemaah, serta sesama umat Islam secara umum.

Hal in yang mengemuka adalah Banyak kegiatan sosial yang dilakukan dalam Safari Ramadan, seperti pemberian santunan ke orang yang membutuhkan, pembagian takjil, serta bantuan bagi masjid dan pesantren. Ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.(g.aribowo)

Mengenal Anaisa SWOT

 https://docs.google.com/presentation/d/1vG5CsFnZx_EQJNMC0GvLGZpCpciXHKwa/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true...