Minggu, 31 Mei 2026

 

Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga 

Menuju Desa Maju Bersih dan Sehat

Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah rumah tangga terus menjadi strategi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga yang diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Swastika Tri Purwanto dan diikuti oleh Kader Pemberdayaan Masyarakat serta ibu-ibu PKK Kalurahan. Fasilitasi kegiatan dilakukan oleh TPP Pendamping Desa Kapanewon Rongkop sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan. Pendekatan pemberdayaan semacam ini sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang banyak direkomendasikan dalam berbagai program pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya atau dari rumah tangga merupakan jurus dasar yang harus dikuasai oleh seluruh anggota masyarakat. Edukasi tersebut didasarkan pada berbagai kajian yang menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kualitas pemilahan sejak awal. Peserta dilatih untuk membedakan sampah ke dalam lima kategori, yaitu organik matang, organik pupuk, rongsok, plastik low value, dan residu. Organik matang mencakup sisa makanan siap santap seperti nasi, sayur matang, roti, dan gorengan, sedangkan organik pupuk terdiri atas sisa buah, kulit telur, ampas kopi, serta daun-daunan yang mudah terurai. Dengan sistem pemilahan yang sederhana namun terstruktur, masyarakat diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pelatihan juga memberikan pemahaman praktis mengenai pengolahan setiap jenis sampah sesuai karakteristiknya. Sampah organik matang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sampah organik pupuk dapat diolah melalui ember tumpuk, komposter, maupun lubang biopori untuk menghasilkan pupuk organik. Sampah rongsok seperti botol plastik, kaca, dan kaleng diarahkan untuk disalurkan ke bank sampah atau program sedekah sampah agar memiliki nilai ekonomi. Adapun plastik low value seperti kresek, sachet, multilayer, styrofoam, dan sedotan dikumpulkan dalam kondisi bersih dan kering sebelum diserahkan kepada pengelola yang memiliki jaringan pengolahan lebih lanjut. Sementara itu, sampah residu seperti tisu, pampers, dan pembalut tetap memerlukan layanan pengangkutan menuju fasilitas pengelolaan akhir yang tersedia.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga. Keterlibatan kader pemberdayaan dan ibu-ibu PKK menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperluas praktik pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Berbagai penelitian dan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Indonesia menunjukkan bahwa edukasi yang berkelanjutan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. Selain mengurangi pencemaran, pemanfaatan sampah yang tepat juga berpotensi menciptakan manfaat ekonomi melalui bank sampah dan pengolahan produk turunan. Dengan demikian, sosialisasi dan pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis dalam membangun desa yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat.

Selasa, 26 Mei 2026

Hati Jadi Desa,Ritual Mensyukuri KemakmurannJaman

 TPPRongkop https://www.youtube.com/live/MhkZ7khRuao?si=cnh1zbptXWk6HvaJ (g.ab)

Membuat Portofolio Desa Budaya

 TPPRomhkop ,_https://docs.google.com/document/d/1h1S8pJoNKzgoCsRLOyP5awkd_AVh1r-f/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true (g.abe)

Standar Laporan Kinerja Bamuskal

 TppZrongkop _https://docs.google.com/document/d/1mpAYcGMyQ6XNispf1LhtCui2J1AoaF2j/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true ,,,(g.ab)

Kebun Sayur Dengok,Pendulang kesetiakawanan aosial

 TPPRongkop ,_https://drive.google.com/drive/folders/1pnE_xfC_4t86QHk7wTnRN8g-l6EGSj2W ( g.abe)

Regleksi Perencanaan Kalurahan

 Tpprongkop_https://docs.google.com/presentation/d/14CL49N4z05q9XuUd1j1EMM6ZTvedEiec/edit?usp=drivesdk&ouid=101661257670532881730&rtpof=true&sd=true (g.ab)

Senin, 25 Mei 2026

Kebangkitan Nasional,Spirit Keberadaban

 TppRongkop _ Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), yang diperingati setiap tanggal 20 Mei,menandai pergeseran strategi perjuangan rakyat Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi gerakan yang terorganisir modern untuk mencapai kemerdekaan. 

Pemaknaan Hari Kebangkitan Nasional dapat dijabarkan ke dalam beberapa aspek utama berikut: 

  • Peralihan Strategi Perjuangan: Berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 membuktikan bahwa pendidikan, persatuan, dan intelektualitas adalah kekuatan utama bangsa untuk lepas dari belenggu penjajahan.
  • Revolusi Mental: Membangkitkan kesadaran untuk memajukan nusa dan bangsa, serta mengubah pola pikir dari keterpurukan atau kemiskinan mental menuju kemandirian dan kemajuan.
  • Penerapan di Era Modern: Mengisi kemerdekaan dengan karya, inovasi, dan prestasi yang mengharumkan nama bangsa, serta saling bahu-membahu dalam menghadapi tantangan zaman. (g.abe)


  • Memaknai Hari Qurban

    TppRongkop ,Idul Qurban (atau lebih dikenal sebagai Idul Adha).Istilah ini berasal dari bahasa Arab, yakni 'Id yang berarti "perayaan/hari raya" dan qurban yang berarti "mendekatkan diri" atau "kurban" (hewan sembelihan). 

    Peringatan ini memiliki beberapa dimensi makna penting dalam Islam:
    • Pendekatan Diri (Taqarrub): Ibadah menyembelih hewan ternak (seperti kambing, domba, sapi, atau unta) dilakukan murni sebagai bentuk ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
    • Ketakwaan & Keikhlasan: Bukan daging atau darahnya yang sampai kepada Allah, melainkan ketaatan dan hati yang tulus.
    • Kisah Teladan: Momen ini memperingati ketaatan luar biasa Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebelum akhirnya Allah SWT menggantinya dengan hewan sembelihan.
    • Kepedulian Sosial: Daging kurban dibagikan kepada sesama, terutama fakir miskin, untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa syukur. ( g.abe)

    Mengenal Arafah

     Tpp Rongkop_Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Zulhijah dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, hari ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, terutama puasa sunah Arafah. 

    Mengenal lebih dekat hari yang agung ini dapat dipahami melalui beberapa aspek berikut:
    Arti dan Sejarah Singkat
    Secara bahasa, Arafah memiliki arti "mengetahui" atau "mengenali". Di lembah inilah menurut sejarah Islam, Nabi Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah diturunkan dari surga. Di Jabal Rahmah (bukit di kawasan Arafah), Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan khotbah perpisahan (Wada'). 
    Puncak Ibadah Haji
    Nabi Muhammad SAW bersabda, "Haji itu adalah Arafah". Wukuf di Padang Arafah adalah rukun haji yang paling utama. Jika jemaah haji terlewat wukuf, ibadah hajinya dianggap tidak sah. Jemaah akan menghabiskan waktu sejak tergelincirnya matahari (siang hari) hingga matahari terbenam untuk berdiam diri, berzikir, dan memanjatkan doa. 
    Keutamaan bagi Umat Islam (Non-Jemaah Haji)
    Hari Arafah dikenal sebagai hari terbaik untuk berdoa dan hari di mana Allah SWT banyak mengampuni dosa manusia. Bagi yang tidak berhaji, terdapat beberapa amalan utama:
    • Puasa Arafah: Ibadah sunah yang sangat dianjurkan karena pahalanya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
    • Memperbanyak Doa: Hari Arafah adalah waktu yang paling mustajab untuk memohon ampunan dan segala kebaikan kepada Allah SWT.
    • Memperbanyak Zikir dan Sedekah: Dianjurkan untuk mengisi waktu dengan membaca tasbih, tahmid, istigfar, dan bersedekah. [1, 2, 3, 4, 5]

    Sabtu, 23 Mei 2026

     GIAT FORKOM BUMKAL SE-KAPANEWON RONGKOP TRIWULAN II


    Forum Komunikasi BUMKal se-Kapanewon Rongkop kembali menggelar kegiatan rutin Triwulan II pertemuan ke-3 pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi antar pengurus BUMDes dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan pengembangan unit usaha. Pertemuan diikuti oleh BUMDes Manunggal Bohol, BUMDes Barokah Botodayaan, BUMDes Maju Lestari Karangwuni, BUMDes Cipta Sejahtera Melikan, BUMDes Mugen Arto Petir, BUMDes Prima Pringombo, BUMDes Makmur Pucanganom, dan BUMDes Guyup Rukun Semugih. Hadir pula Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Rongkop, Arif Khusnaindar, bersama jajaran TPP pendamping desa yaitu Gunawan Aribowo, Sunu Aji, dan Aristya Hardiyanti. Forum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antar-BUMDes agar mampu berkembang sebagai lembaga ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan.

    Dalam sambutannya, Arif Khusnaindar menegaskan bahwa penguatan manajemen dan keorganisasian menjadi pondasi utama kemajuan BUMDes di tingkat kalurahan. Ia menyampaikan bahwa tata kelola yang baik harus diiringi dengan pelaporan keuangan yang transparan serta sesuai regulasi pemerintah. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Desa dan berbagai regulasi turunan yang menempatkan BUMDes sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat desa. Menurut berbagai kajian Kementerian Desa dan sejumlah penelitian perguruan tinggi, BUMDes yang memiliki administrasi tertib dan kepemimpinan yang kuat cenderung lebih mampu bertahan dan berkembang secara usaha. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar BUMDes tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi warga desa.

    Pada sesi materi, Gunawan Aribowo memaparkan tentang Pemeringkatan BUMDes Tahun 2026 yang bertujuan mengukur kualitas kelembagaan, unit usaha, dan kontribusi sosial ekonomi BUMDes. Selain itu, peserta juga mendapatkan paparan mengenai hasil monitoring dan evaluasi ketahanan pangan Dana Desa Tahun 2025. Dalam sesi pelaporan keuangan, Sunu Aji menjelaskan pentingnya penyusunan laporan laba rugi, arus kas, neraca, dan perubahan modal secara berkala. Menurut praktik tata kelola usaha yang baik, laporan keuangan bukan hanya alat administrasi, tetapi juga instrumen pengambilan keputusan bisnis dan evaluasi usaha. Penguatan literasi keuangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan aset desa serta memperbesar peluang kerja sama dengan pihak eksternal, termasuk lembaga perbankan dan mitra usaha lainnya.

    Hasil rapat koordinasi Forkom BUMKal menyepakati penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan triwulan mendatang. Materi yang akan dikembangkan tidak hanya berfokus pada administrasi kelembagaan, tetapi juga mencakup pengembangan unit usaha, motivasi bisnis, media sosial, hingga strategi pemasaran produk desa. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola BUMDes. Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital dan pemasaran berbasis media sosial memang menjadi tantangan sekaligus peluang baru bagi BUMDes untuk memperluas pasar produk lokal desa. Dengan adanya forum komunikasi yang aktif dan terstruktur, BUMDes di Kapanewon Rongkop diharapkan mampu tumbuh lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung kemandirian ekonomi desa.

    (Red-TPP Kapanewon Rongkop)


    Jumat, 22 Mei 2026

    Berkenalan dengan Tuwanggono

     https://docs.google.com/presentation/d/1C6xTuBm6yYQ4-Up7F0ZGzh2d-zWFhEaY/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true (g aribowo)

    wirausaha

     https://docs.google.com/presentation/d/1GCEHiPu1l847h9JGXqGqgc_pVN57jTbT/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true (g.ab)

    Motivasi Usaha

     https://drive.google.com/file/d/1GBy738zjHQUguEDjnXlCL9gI8w8RFPzP/view?usp=drivesdk

    Mengenal Aset

     https://docs.google.com/presentation/d/1XIv9-GVYnOug_9igjWJ88AQRRSGfPh0V/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true (g abe)

    Fasilitasi Pencairan Tahap 2

     Pada tanggal 18 Mei 2026 seluruh kalurahan yang ada di Kapanewon rongkop telah berhasil unggah data ke link kabupaten untuk pengajuan Pencairan DDS Tahap 2 

    Desa Cerdas

     https://docs.google.com/presentation/d/1pv1s2psT67YXwmLYNpbVrxJee1S3ydzV/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true (g abe)

    Rongkop Dalam Gambar

     https://drive.google.com/drive/folders/1oycuk2Dx_QZFP3lARBD5L6IEIYbRGMlA

    Rembuk Stunting

     Rongkop_(22/05/2026) Pada hari jum’at Kalurahan Semugih telah melaksanakan rembuk stunting yang mana di hadiri oleh Kapanewon Rongkop dari Jawatan Kemakmuran dari Puskesmas ,PKB ,TPP Rongkop serta dari KUA dan Kader Kesehtan yang ada di Kalurahan  Semugih.

    Dalam Rembuk stunting ini di mulai dari sambutan oleh Lurah yang mana di wakili oleh Ulu ulu kalurhan Semugih dan di lanjutkan dengan Kapanewon rongkop

    Setelah sambutan maka dilanjutkan paparan materi dari Puskesmas ,PKB serta dari Kpm Kalurahan Semugih .

    Paparan materi yang di sampaikan oleh beberapa narsasumber ini yang nantinya akan menjadi dasar sebagai usulan usulan yang akan di sampaikan oleh masing masing kelompok 

    Kelompok diskusi dibagi menjadi 5 kelompok yaitu:

    1. Kesehatan ibu dan anak

    2. Konseling Gizi

    3.Sanitasi 

    4.Jamsos atau Jaminan Sosial

    5. Pelayanan PAUD

    Dari ke lima kelompok itu tadi akan fokus mengusulkan dari kelompok yang telah di tentukan .

    Setelah selesai  diskusi maka masing masing kelompok memaparkan hasil usulan yang telah di usulkan .







    Selasa, 19 Mei 2026

    Rembuk Stunting


     Rongkop,_(20-05/2026) Pada hari ketiga pelaksanaan kegiatan rembuk stunting tingkat kalurahan, Kalurahan melikan menjadi kalurahan keenam menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari rangkaian upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini dihadiri  dari Puskesmas, perwakilan KUA, Panewu, Ketua Pokja, perangkat kalurahan, kader kesehatan,Pendamping Desa,  serta unsur masyarakat lainnya yang turut mendukung program pencegahan dan penanganan stunting.


    Rembuk stunting dilaksanakan sebagai forum koordinasi dan penguatan komitmen bersama antar lintas sektor dalam menangani permasalahan stunting di wilayah kalurahan. Dalam kegiatan ini, para peserta berdiskusi mengenai kondisi stunting, faktor penyebab, serta langkah-langkah intervensi yang dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.


    Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembahasan terkait 5 layanan konvergensi stunting, yaitu layanan kesehatan ibu dan anak, layanan konseling gizi, layanan sanitasi dan akses air bersih, layanan jaminan sosial (jamsos), serta layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Setiap layanan dibahas untuk memastikan sasaran keluarga berisiko stunting memperoleh pelayanan yang optimal dan tepat sasaran.


    Melalui rembuk stunting ini diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.


    Senin, 18 Mei 2026

     BULAN MEI SEBAGAI BULAN REMBUK STUNTING DI KAPANEWON RONGKOP

    (Hari Ke-2; Botodayaan dan Bohol)


    Bulan Mei secara tata kala penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan dalam APBKal di Kapanewon Rongkop digunakan sebagai Bulan Rembuk Stunting, yang mana menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama menurunkan angka stunting di wilayah perdesaan. Pada Selasa, 19 Mei 2026, Kalurahan Botodayaan dan Bohol melaksanakan Rembuk Stunting Hari Ke-2 dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan tersebut mengundang Panewu Rongkop yang diwakili oleh Arif Khusnaindar Kepala Jawatan Kemakmuran, UPT Puskesmas Rongkop, PLKB, Ketua Pokja Kapanewon, Bamuskal, Ketua LPMK, Ketua Karang Taruna, Ketua TP PKK, Bidan Desa, Kader KPM eHDW Kalurahan, Kader Posyandu, serta TPP Desa yaitu Gunawan Aribowo/Korcam, Sunu Aji/Pendamping Desa dan Asristya Hardiyanti selaku Pendamping Lokal Desa. Pelaksanaan rembuk stunting ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu. Kegiatan tersebut juga menjadi forum strategis dalam menyusun langkah nyata demi meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di tingkat kalurahan.

    Angga Wijaya dari UPT Puskesmas Rongkop dalam paparannya menyampaikan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kronis dan penurunan kualitas hidup di masa depan. Oleh sebab itu, penanganan stunting membutuhkan pendekatan menyeluruh mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. UNICEF juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dan pemerintah lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan percepatan penurunan stunting.

    Dalam rembuk tersebut, khususnya dalam Sidang Kelompok para peserta membahas berbagai strategi pencegahan stunting yang dapat diterapkan di tingkat kalurahan untuk kemudian dibawa dan diusulkan pada Muskal RKPKal, Musrenbang, dan nantinya dituangkan dalam Rencana APBKal TA 2027. Peran kader posyandu, bidan desa, dan tenaga kesehatan dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan balita. Sementara itu, Gunawan Aribowo dalam tanggapan dari hasil Diskusi Kelompok menyampaikan bahwa Kementerian Desa melalui intervensi Dana Desa yang difasilitasi oleh Tenaga Pendamping Profesional Desa turut berkontribusi dalam memupus angka stunting di tingkat perdesaan. Dana Desa diarahkan untuk mendukung program prioritas seperti pemberian makanan tambahan, peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta penguatan pelayanan kesehatan masyarakat. Kehadiran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa juga diharapkan mampu memastikan program penanganan stunting berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

    Selanjutnya hasil Rembuk Stunting nantinya akan dituangkan dalam Berita Acara dan menjadi masukan dalam pelaksanaan Musyawarah Kalurahan RKPKalurahan Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut menunjukkan bahwa isu stunting telah menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah kalurahan berharap hasil rembuk dapat melahirkan program-program prioritas yang lebih efektif dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat diyakini mampu menurunkan prevalensi stunting secara bertahap dan menciptakan generasi yang sehat serta produktif. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Kalurahan Botodayaan dan Bohol optimistis dapat mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

    (Red-TPP Kapanewon Rongkop)

    Minggu, 17 Mei 2026

    Koordinasi TPP ,Sinergi dan Koordinasi Penyelarasan Tindakan

     Wonosari,_ Prinsip dasar koordinasi adalah  menyelaraskan berbagai pihak, sementara sinergi menghasilkan kinerja lebih besar dari jumlah kontribusi individu melalui kerjasama produktif. Keduanya krusial untuk orkestrasi kebijakan di tingkat perencanaan hingga eksekusi.


    Koordinasi (Penyelarasan Tindakan):

    • Definisi: Kegiatan yang dikerjakan banyak pihak untuk mencapai tujuan bersama dengan kesepakatan demi keselarasan.
    • Tujuan: Mencegah tumpang tindih, membangun hubungan kerja yang solid, dan menjaga konsistensi program.
    • Sinergi (Kerja Sama Produktif):
      • Definisi: Membangun hubungan kerjasama internal produktif dan kemitraan harmonis untuk menghasilkan karya berkualitas.
      • Kekuatan: Menghasilkan hasil  di mana gabungan keahlian memberikan solusi komprehensif.
      • Cara Mewujudkan: Melihat pihak lain sebagai rekan, menciptakan komunikasi sinergis, dan memanfaatkan perbedaan.
      Pentingnya Keduanya:
      • Hulu-Hilir: Penguatan koordinasi dan sinergi tidak hanya di hilir (pelaksanaan), tetapi sejak hulu (perencanaan/anggaran).
      • Tata Kelola: Menjadi kunci pelayanan publik dan efektivitas program pemerintah.
      • Kepercayaan: Membangun kepercayaan antar lembaga atau anggota tim.( g.abe)

    Sabtu, 16 Mei 2026

    Pengadaan Barang dan Jasa di Desa(2)

     Rongkop

    https://drive.google.com/drive/folders/18x8TMe1rAJJOVUOSQNeuQAdv5AXUChUq

    (g.ab)

    Pengadaan Barang dan Jasa di Desa(1)

     Rongkop

    https://drive.google.com/drive/folders/1d7fJa_SM2h7HEsAcgDwVT3GhmrB6HbYp

    (g.ab)

    Musdes Stunting (3)

     Rongkop(17/5/2026)

    https://docs.google.com/presentation/d/1qR8V_v4FkGkD6HxS1ypYwzkGcKlHjSQU/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

    (g.ab)

    Musdes Stunting(2)

     Rongkop(17/5/2026)

    https://docs.google.com/spreadsheets/d/1s00_68B3p4ce5kSnEgElt72dyr4bi1Co/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

    (g.ab)

    Katalog Musdes Stunting

     Rongkop(18/5/2026)

    https://docs.google.com/document/d/1s05aTgmdCD3OoKcCsB0u1_vgbqzXM-tN/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

    (g.ab)

    Alur Musdes RKPKal

     Rongkop(17/5/2026)

    https://docs.google.com/document/d/1iBImaIRdhGTmihScFXYzJGLPSdw99fFa/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true

    (g.ab)

    Kalender BPD

     Rongkop(17/5/2026)

    https://drive.google.com/file/d/1g5x2YYnqQjSOI-YwqbC41Yy0nTdXm3s1/view?usp=drivesdk

    (g.ab)

      Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga  Menuju Desa Maju Bersih dan Sehat Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelol...