GIAT FORKOM BUMKAL SE-KAPANEWON RONGKOP TRIWULAN II
Forum Komunikasi BUMKal se-Kapanewon Rongkop kembali menggelar kegiatan rutin Triwulan II pertemuan ke-3 pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi antar pengurus BUMDes dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan pengembangan unit usaha. Pertemuan diikuti oleh BUMDes Manunggal Bohol, BUMDes Barokah Botodayaan, BUMDes Maju Lestari Karangwuni, BUMDes Cipta Sejahtera Melikan, BUMDes Mugen Arto Petir, BUMDes Prima Pringombo, BUMDes Makmur Pucanganom, dan BUMDes Guyup Rukun Semugih. Hadir pula Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Rongkop, Arif Khusnaindar, bersama jajaran TPP pendamping desa yaitu Gunawan Aribowo, Sunu Aji, dan Aristya Hardiyanti. Forum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antar-BUMDes agar mampu berkembang sebagai lembaga ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Arif Khusnaindar menegaskan bahwa penguatan
manajemen dan keorganisasian menjadi pondasi utama kemajuan BUMDes di tingkat
kalurahan. Ia menyampaikan bahwa tata kelola yang baik harus diiringi dengan
pelaporan keuangan yang transparan serta sesuai regulasi pemerintah. Hal
tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Desa dan berbagai regulasi turunan
yang menempatkan BUMDes sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat desa.
Menurut berbagai kajian Kementerian Desa dan sejumlah penelitian perguruan
tinggi, BUMDes yang memiliki administrasi tertib dan kepemimpinan yang kuat
cenderung lebih mampu bertahan dan berkembang secara usaha. Karena itu,
peningkatan kapasitas pengurus dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar BUMDes
tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu menciptakan dampak
ekonomi nyata bagi warga desa.
Pada sesi materi, Gunawan Aribowo memaparkan tentang Pemeringkatan
BUMDes Tahun 2026 yang bertujuan mengukur kualitas kelembagaan, unit usaha, dan
kontribusi sosial ekonomi BUMDes. Selain itu, peserta juga mendapatkan paparan
mengenai hasil monitoring dan evaluasi ketahanan pangan Dana Desa Tahun 2025.
Dalam sesi pelaporan keuangan, Sunu Aji menjelaskan pentingnya penyusunan
laporan laba rugi, arus kas, neraca, dan perubahan modal secara berkala.
Menurut praktik tata kelola usaha yang baik, laporan keuangan bukan hanya alat
administrasi, tetapi juga instrumen pengambilan keputusan bisnis dan evaluasi
usaha. Penguatan literasi keuangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan
akuntabilitas pengelolaan aset desa serta memperbesar peluang kerja sama dengan
pihak eksternal, termasuk lembaga perbankan dan mitra usaha lainnya.
Hasil rapat koordinasi Forkom BUMKal menyepakati penyusunan
silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan triwulan
mendatang. Materi yang akan dikembangkan tidak hanya berfokus pada administrasi
kelembagaan, tetapi juga mencakup pengembangan unit usaha, motivasi bisnis, media
sosial, hingga strategi pemasaran produk desa. Langkah ini dinilai sebagai
pendekatan pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia pengelola BUMDes. Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital
dan pemasaran berbasis media sosial memang menjadi tantangan sekaligus peluang
baru bagi BUMDes untuk memperluas pasar produk lokal desa. Dengan adanya forum
komunikasi yang aktif dan terstruktur, BUMDes di Kapanewon Rongkop diharapkan
mampu tumbuh lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung
kemandirian ekonomi desa.
(Red-TPP Kapanewon Rongkop)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar