PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN DANA DESA
“Kekeringan lahan pertanian telah menjadi masalah menahun bagi warga Desa
Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun, mereka adalah malaikat yang mengajarkan sesuatu, yaitu kehidupan yang tak
pernah berhenti ,mampu mengubah cara berpikir dan berperilaku.”
Oleh : Gunawan aribowo
1. Identitas Desa
Nama Desa : Pucanganom
Kecamatan : Rongkop
Kabupaten : Gunungkidul
Provinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta
Media Sosial Desa : www.instagram.com/kim_dengok.pucanganom
https://youtu.be/9GCzQTrldjQ?feature=shared
https://www.youtube.com/live/dFoxREYb-2M?feature=shared
https://www.mitranegaranews.co/2024/05/pucanganom-berinovasi-olah-lahan-tadah.html?m=1
https://yogyapos.com/berita-pucanganom-rongkop-oase-kehidupan-berbasis-kemandirian-14694
2. Identitas Penulis Praktik Baik
Nama/Posisi TPP :
No. | Nama TPP | Posisi TPP | Nomor Kontak TPP |
1. | Gunawan aribowo | PD | 082221218284 |
Peranan TPP dalam pelaksanaan kegiatan praktik baik :
Inovator,trainer,motivator , fasilitator |
3. Deskripsi Praktik Baik
a. | Tema Kegiatan | : | Ketahanan pangan berbasis gotong-royong |
b. | Nama Kegiatan | : | Sentra agropolitan untuk mendukung ketahanan pangan di Desa |
c. | Tahun Anggaran Dana Desa | : | 2024,2025
|
d. | Anggaran Dana Desa | : | Tahun 2024 Rp 50.614.000,- Tahun 2025 Rp 59.145.000,- |
e. | Latar belakang | : | Kekeringan lahan menjadi masalah menahun bagi masyarakat di Kalurahan Pucanganom Kapanewon Rongkop Gunungkidul.Tanah tandus kering kerontang, lapisan atas di tiap kemarau menganga , mengharap tetesan air untuk membuat gembur.Dalam setahun akibat pertanian tadah hujan, hanya mampu dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan selama 3(tiga) bulan saja. |
f. | Pelaksana/pengelola Kegiatan | : | Kelompok tani Dengok |
g. | Pelaksanaan Kegiatan | : |
· Perencanaan Kekeringan telah menjadi masalah menahun bagi sebagian warga Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta, tak terkecuali warga Desa Pucanganom di Kecamatan Rongkop. Namun, mereka tak hanya berpangku tangan dan menerima nasib begitu saja. Dengan inovasi warga berjuang membebaskan diri dari persoalan yang membelenggu secara turun-temurun itu. Tanah tandus di Dengok Pucanganom,terlihat kering kerontang, lapisan atasnya terdapat retakan karena memang cuaca panas dimusim kering tidak memungkinkan ada tetesan air yang membuat gembur ,sampai akhirnya di bulan Mei 2024 berubah menjadi lahan gembur. Upaya menghadirkan air bersih untuk mengatasi kekeringan di sana berawal dari diskusi terpusat ketahanan pangan Desa.Pelacakan kondisi lahan pertanian dilakukan melibatkan Pendamping Desa bersama tokoh masyarakat,kelompok tani,perangkat Desa, BadanPermusyawaratan Desa. Dalam ekspedisi tersebut, diketahui pola pertanian di Pucanganom Setelah ekspedisi pertama, banyak pemerhati yang tertarik memperdalam permasalahan pertanian tersebut. Mereka datang dari sejumlah organisasi Desa, seperti kelompok budaya,forum Dukuh, praktisi pertanian. Fasilitasi saya lakukan dengan metode curah pendapat,diskusi,ceramah dan tentu saja penayangan video. Pada pertengahan 2023 , peta potensi lengkap dengan analisa sosial berhasil dirampungkan.Ide irigasi tetes saya usulkan. Caranya ,air diangkat ke bak penampungan yang ditempatkan di atas bukit, menggunakan metode gravitasi air mengalir ke bawah. · Pelaksanaan Pelatihan pembuatan jaringan dilakukan.Tas gunung berukuran 40 liter menjadi barang berharga, karena bisa mengangkut contoh alat. Tepat jam 8 pagi, rumah pak Muncar sudah berkumpul puluhan warga.Rasa ingin tahu warga, semakin menguatkan tekadku.”Kalau ini berhasil, kita bisa keluar dari belenggu kekeringan,”ucap Yurianto.Yurianto yang keseharianya bekerja sebagai Perangkat Desa belum pernah melihat inovasi kegiatan semacam ini.Menjelang jam 11.50 teori pemasangan instalasi irigasi tetes selesai. Lembaran plano tertulis potensi wilayah terpampang di tembok pak Muncar. Saya katakan dalam hati,”mereka hebat, karena tidak berpikir yang biasa, tetapi yang memungkinkan.” Esok pagi harinya,jam 6 Mei 2024 kami bertemu lagi dengan warga. Jam 8.00 kegiatan praktek pembuatan instalasi dilakukan.Tidak lama berselang, peralatan terkumpul.Diujung pojok lahan, Tuyono,43 tahun mondar-mandir dengan meteran gulung menentukan jarak tanam. Cuaca siang itu mulai panas.Terik matahari terasa menyengat.Bukan hanya kulit yang terbakar, tapi semangat gotong-royong warga makin terbakar.Kelompok ibu-ibu yang sejak pagi berada didapur, mulai keluar dengan sajian singkong goreng ditemani segelas teh manis .Menjelang sore,jam 16.10 suasana riuh mendadak terhenti . Setelah pembuatan instalasi irigasi tetes, dan pembajakan lahan selesai , Jumat,tanggal 24 Mei 2024, hari yang dinanti-nanti tiba. Pada pukul 7.30, untuk pertama kali air menetes dari dripper pipa pralon yang disambungkan ke dalam bak penampungan air di atas bukit . Debitnya 1tetes per 3 detik. Tetesan air melalui dripper dari pipa pvc tersebut menyemai harapan warga akan berakhirnya belenggu kekeringan lahan di Desa tersebut.
· Hasil/output kegiatan Tanaman sayur, buah kini tidak lagi dipasung oleh musim.Sepanjang tahun warga tani mampu menghasilkan sayuran dan buah segar.Pedagang keliling sayur dan buah menjadikan Dengok Kalurahan Pucanganom sebagai terminal kulakan yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah sebanyak Rp 2.500,00 dari budidaya lele, Rp 1.000.000,- dari budidaya pepaya kalifornia dan Rp 3.000.000,- berkat tanaman cabai dan terong untuk ukuran lahan seluas 800m2.Selain itu konsumsi sayur dan buah segar mampu memenuhi kebutuhan sehari -hari warga padukuhan Dengok, Desa Pucanganom Kecamatan Rongkop, Gunungkidul,DIY.
|
h. | Dampak/outcome | : | Kekuatan sosial warga desa semakin kokoh, berkat keswadayaan dan budaya gotong-royong yang disatukan oleh kerjasama antar individu sebagai modal sosial Desa.Pola tindakpun berubah, dibeberapa lahan petani mulai berlomba mengembangkan inovasi berbasis teknologi tepat guna. Disisi lain gerakan masyarakat hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi menjadi simbol kedigdayaan dana desa. Stunting turut tersentuh oleh buah segar dan sayur yang diperuntukkan bagi balita serta orang tua anak usia dini. |
i. | Penerima Manfaat | : | kelompok masyarakat miskin, kelompok petani desa |
j. | Kontribusi pada PADesa | : | Kontribusi yang dihasilkan berupa keswadayaan sosial berujud iuran warga untuk pelestarian program pembangunan, misalnya perbaikan rabat, rehab balai warga. |
k. | Keterlibatan dan dukungan pihak lain | : | Kemitraan kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta berupa pengembangan inovasi irigasi tetes, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta berupa CSR pengembangan usaha untuk pengolahan cabai menjadi sambal, pembuatan pupuk organik serta kapasitas torn penampung air irigasi. |
l. | Pengembangan Program/Jenis Usaha | : | Filterisasi air limbah warga melalui penyulingan berbasis teknologi tepat guna untuk memperkuat debit ai irigasi |
m. | Kontak PIC Kegiatan | : | Gunawan aribowo, TPP Kemendesa PDT RI HP 082221218284, Mursito, kader teknik serta petani desa HP 082265156248 |
n. | Dokumentasi Kegiatan | : |
|
Kegiatan
| ||||
Kondisi awal tanah perkebunan | ||||
Lokasi | ||||
Dengok ,Pucanganom | ||||
Waktu | ||||
Maret 2025 | ||||
Keterangan | ||||
Setiap musim kemarau, retakan tanah akibat kekurangan air menjadi kendala optimalisasi lahan
|
Kegiatan | |||||||
Rembuk warga | |||||||
Lokasi | |||||||
Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY | |||||||
Waktu | |||||||
2 januari 2024 | |||||||
Keterangan | |||||||
Penggalian masalah dan potensi sebagai kekuatan perencanaan bersama warga |
Kegiatan
| ||||
Penyusunan masterplan | ||||
Lokasi | ||||
Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY | ||||
Waktu | ||||
4 Februari Agustus 2024 | ||||
Keterangan Pembuatan masterplan kegiatan, sebagai arah dan panduan kerja |
Kegiatan
| ||||
Pemasangan alat
| ||||
Lokasi | ||||
Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY | ||||
Waktu | ||||
11 April 2024 | ||||
Keterangan | ||||
Pemasangan mulsa dan jaringan irigasi
|
Kegiatan
| ||||
Hasil panen | ||||
Lokasi | ||||
Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY | ||||
Waktu | ||||
2 Agustus 2024 | ||||
Keterangan | ||||
Hasil tanam yang siap panen berupa komoditas sayur, buah, lele
|
Kegiatan
| ||||
Kerja sama kemitraan Universitas Mercu Buana Yogyakarta | ||||
Lokasi | ||||
Dengok ,Pucanganom | ||||
Waktu | ||||
Mei 2025 | ||||
Keterangan | ||||
Pengembangan program, memperoleh CSR sebesar Rp 25.000,000,- untuk pengadaan mesin pengolah sambal dari cabai, torn air , selang drip serta biflog budidaya lele
|
Kegiatan
| ||||
Kunjungan Tim penelaah teknis kebijakan ditjen pembangunan desa dan perdesaan Kementerian Desa PDT RI | ||||
Lokasi | ||||
Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY | ||||
Waktu | ||||
2 Agustus 2024 | ||||
Keterangan | ||||
Kunjungan dan pencatatan proses dalam upaya mengetahui kemanfaatan dana desa
|
Bagi warga Dengok Pucanganom,Rongkop, Gunungkidul, DIY iirigasi tetes bukan sekedar tujan teknologi tepat guna(TTG), melainkan perjalanan spiritual yang mempertemukan mereka dengan kekuatan alam.Setiaplangkah adalah cerita tentang keberanian, ketekunan dan cinta terhadap alam.(Gunawanaribowo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar