Kamis, 05 Februari 2026

  

PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN DANA DESA 

 

“Kekeringan lahan pertanian telah menjadi masalah menahun bagi warga Desa

Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun, mereka adalah malaikat yang mengajarkan sesuatu, yaitu kehidupan yang tak

pernah berhenti ,mampu mengubah cara berpikir dan berperilaku.”

Oleh : Gunawan aribowo

 

 

1. Identitas Desa

Nama Desa Pucanganom

Kecamatan Rongkop

Kabupaten Gunungkidul

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Media Sosial Desa : www.instagram.com/kim_dengok.pucanganom

 

 https://gunungkidul.sorot.co/berita-109387-budidaya-tanaman-sayur-dan-lele-petani-dengok-bakal-terapkan-teknologi-baru.html

 

https://youtu.be/9GCzQTrldjQ?feature=shared

 

https://www.youtube.com/live/dFoxREYb-2M?feature=shared

 

https://www.mitranegaranews.co/2024/05/pucanganom-berinovasi-olah-lahan-tadah.html?m=1

 

https://yogyapos.com/berita-pucanganom-rongkop-oase-kehidupan-berbasis-kemandirian-14694

 

2. Identitas Penulis Praktik Baik 

Nama/Posisi TPP :

No.

Nama TPP

Posisi TPP

Nomor Kontak TPP

1.

Gunawan aribowo

PD

082221218284

 

Peranan TPP dalam pelaksanaan kegiatan praktik baik :

Inovator,trainer,motivator , fasilitator

3. Deskripsi Praktik Baik

a.

Tema Kegiatan

:

Ketahanan pangan berbasis gotong-royong

b.

Nama Kegiatan

:

Sentra agropolitan untuk mendukung ketahanan pangan di Desa

c.

Tahun Anggaran Dana Desa

:

2024,2025

 

d.

Anggaran Dana Desa

:

Tahun 2024 Rp 50.614.000,-

Tahun 2025 Rp 59.145.000,-

e.

Latar belakang

:

Kekeringan lahan menjadi masalah menahun bagi masyarakat di Kalurahan Pucanganom Kapanewon Rongkop Gunungkidul.Tanah tandus kering kerontang, lapisan atas di tiap kemarau menganga , mengharap tetesan air untuk membuat gembur.Dalam setahun akibat pertanian tadah hujan, hanya mampu dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan selama 3(tiga) bulan saja.

f.

Pelaksana/pengelola Kegiatan

:

Kelompok tani Dengok

g.

Pelaksanaan Kegiatan

:

 

· Perencanaan 

Kekeringan telah menjadi masalah menahun bagi sebagian warga Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta, tak terkecuali warga Desa Pucanganom di Kecamatan Rongkop.

Namun, mereka tak hanya berpangku tangan dan menerima nasib begitu saja. Dengan inovasi warga berjuang membebaskan diri dari persoalan yang membelenggu secara turun-temurun itu.

Tanah tandus di Dengok Pucanganom,terlihat kering kerontang, lapisan atasnya terdapat retakan karena memang cuaca panas dimusim kering tidak memungkinkan ada tetesan air yang membuat gembur ,sampai akhirnya di bulan Mei 2024 berubah menjadi lahan gembur.

Upaya menghadirkan air bersih untuk mengatasi kekeringan di sana berawal dari diskusi terpusat ketahanan pangan Desa.Pelacakan kondisi lahan pertanian dilakukan melibatkan Pendamping Desa bersama tokoh masyarakat,kelompok tani,perangkat Desa, BadanPermusyawaratan Desa. Dalam ekspedisi tersebut, diketahui pola pertanian di Pucanganom  Setelah ekspedisi pertama, banyak pemerhati yang tertarik memperdalam permasalahan pertanian tersebut. Mereka datang dari sejumlah organisasi Desa, seperti kelompok budaya,forum Dukuh, praktisi pertanian. Fasilitasi saya lakukan dengan metode curah pendapat,diskusi,ceramah dan tentu saja penayangan video.

Pada pertengahan 2023 , peta potensi lengkap dengan analisa sosial berhasil dirampungkan.Ide irigasi tetes saya usulkan. Caranya ,air diangkat ke bak penampungan yang ditempatkan di atas bukit, menggunakan metode gravitasi air mengalir ke bawah.

 

· Pelaksanaan

Pelatihan pembuatan jaringan dilakukan.Tas gunung berukuran 40 liter menjadi barang berharga, karena bisa mengangkut contoh alat. Tepat jam 8 pagi, rumah pak Muncar sudah berkumpul puluhan warga.Rasa ingin tahu warga, semakin menguatkan tekadku.”Kalau ini berhasil, kita bisa keluar dari belenggu kekeringan,”ucap Yurianto.Yurianto yang keseharianya bekerja sebagai Perangkat Desa belum pernah melihat inovasi kegiatan semacam ini.Menjelang jam 11.50 teori pemasangan instalasi irigasi tetes selesai. Lembaran plano tertulis potensi wilayah terpampang di tembok pak Muncar. Saya katakan dalam hati,”mereka hebat, karena tidak berpikir yang biasa, tetapi yang memungkinkan.”

Esok pagi harinya,jam 6 Mei 2024 kami bertemu lagi dengan warga. Jam 8.00 kegiatan praktek pembuatan instalasi dilakukan.Tidak lama berselang, peralatan terkumpul.Diujung pojok lahan, Tuyono,43 tahun mondar-mandir dengan meteran gulung menentukan jarak tanam. Cuaca siang itu mulai panas.Terik matahari terasa menyengat.Bukan hanya kulit yang terbakar, tapi semangat gotong-royong warga makin terbakar.Kelompok ibu-ibu yang sejak pagi berada didapur, mulai keluar dengan sajian singkong goreng ditemani segelas teh manis .Menjelang sore,jam 16.10 suasana riuh mendadak terhenti .

Setelah pembuatan instalasi irigasi tetes, dan pembajakan lahan selesai , Jumat,tanggal 24 Mei 2024, hari yang dinanti-nanti tiba. Pada pukul 7.30, untuk pertama kali air menetes dari dripper pipa pralon yang disambungkan ke dalam bak penampungan air di atas bukit . Debitnya 1tetes per 3 detik. Tetesan air melalui dripper dari pipa pvc tersebut menyemai harapan warga akan berakhirnya belenggu kekeringan lahan di Desa tersebut.

 

· Hasil/output kegiatan

Tanaman sayur, buah kini tidak lagi dipasung oleh musim.Sepanjang tahun warga tani mampu menghasilkan sayuran dan buah segar.Pedagang keliling sayur dan buah menjadikan Dengok Kalurahan Pucanganom sebagai terminal kulakan yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah sebanyak Rp 2.500,00 dari budidaya lele, Rp 1.000.000,- dari budidaya pepaya kalifornia dan Rp 3.000.000,- berkat tanaman cabai dan terong untuk ukuran lahan seluas 800m2.Selain itu konsumsi sayur dan buah segar mampu memenuhi kebutuhan sehari -hari warga padukuhan Dengok, Desa Pucanganom Kecamatan Rongkop, Gunungkidul,DIY.

 

h.

Dampak/outcome

:

Kekuatan sosial warga desa semakin kokoh, berkat keswadayaan dan budaya gotong-royong yang disatukan oleh kerjasama antar individu sebagai modal sosial Desa.Pola tindakpun berubah, dibeberapa lahan petani mulai berlomba mengembangkan inovasi berbasis teknologi tepat guna.

Disisi lain gerakan masyarakat hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi menjadi simbol kedigdayaan dana desa. Stunting turut tersentuh oleh buah segar dan sayur yang diperuntukkan bagi balita serta orang tua anak usia dini.

i.

Penerima Manfaat

:

kelompok masyarakat miskin, kelompok petani desa

j.

Kontribusi pada PADesa

:

Kontribusi yang dihasilkan berupa keswadayaan sosial berujud iuran warga untuk pelestarian program pembangunan, misalnya perbaikan rabat, rehab balai warga.

k.

Keterlibatan dan dukungan pihak lain

:  

Kemitraan kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta berupa pengembangan inovasi irigasi tetes, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta berupa CSR pengembangan usaha untuk pengolahan cabai menjadi sambal, pembuatan pupuk organik serta kapasitas torn penampung air irigasi.

l.

Pengembangan Program/Jenis Usaha

:

Filterisasi air limbah warga melalui penyulingan berbasis teknologi tepat guna untuk memperkuat debit ai irigasi

m.

Kontak PIC Kegiatan

:

Gunawan aribowo, TPP Kemendesa PDT RI HP 082221218284, Mursito, kader teknik serta petani desa HP 082265156248

n.

Dokumentasi Kegiatan

:

 

 

 

 

 

Kegiatan

 

 

Kondisi awal tanah perkebunan

Lokasi

Dengok ,Pucanganom

Waktu

Maret 2025

Keterangan

Setiap musim kemarau, retakan tanah akibat kekurangan air menjadi kendala optimalisasi lahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan

Rembuk warga

Lokasi

Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY

Waktu

 2 januari 2024

Keterangan

Penggalian masalah dan potensi sebagai kekuatan perencanaan bersama warga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan

 

 

Penyusunan masterplan

Lokasi

Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY

Waktu

 4 Februari  Agustus 2024

Keterangan

Pembuatan masterplan kegiatan, sebagai arah dan panduan kerja

 

 

Kegiatan

 

Pemasangan alat

 

Lokasi

Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY

Waktu

 11 April 2024

Keterangan

 

Pemasangan mulsa dan jaringan irigasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan

 

Hasil panen

Lokasi

Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY

Waktu

 2 Agustus 2024

Keterangan

Hasil tanam yang siap panen berupa komoditas sayur, buah, lele

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan

 

 

Kerja sama kemitraan Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Lokasi

Dengok ,Pucanganom

Waktu

Mei 2025

Keterangan

Pengembangan program, memperoleh CSR sebesar Rp 25.000,000,- untuk pengadaan mesin pengolah sambal dari cabai, torn air , selang drip serta biflog  budidaya lele

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan

 

 

 

Kunjungan Tim penelaah teknis kebijakan ditjen pembangunan desa dan perdesaan Kementerian Desa PDT RI

Lokasi

Dengok, Pucanganom ,Rongkop, Gunungkidul, DIY

Waktu

 2 Agustus 2024

Keterangan

Kunjungan dan pencatatan proses dalam upaya mengetahui kemanfaatan dana desa 

 

 

 

 

Bagi warga Dengok Pucanganom,Rongkop, Gunungkidul, DIY iirigasi tetes bukan sekedar tujan teknologi tepat guna(TTG), melainkan perjalanan spiritual yang mempertemukan mereka dengan kekuatan alam.Setiaplangkah adalah cerita tentang keberanian, ketekunan dan cinta terhadap alam.(Gunawanaribowo)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendampingan Persiapan Laporan Pertanggungjawaban Bumkal Prima Kalurahan Pringombo

                  Pendampingan Persiapan Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Prima Kalurahan Pringombo Dalam rangka meningkatkan tata kelola d...