https://drive.google.com/file/d/1IfK4-H9DhTH-uw7sKcquhBMGgZ4vqoUs/view?usp=drivesdk
MelihatDesa
Selasa, 03 Maret 2026
Video Story Pringombo
https://drive.google.com/file/d/1mRFE7L0Iv2iY5jq-VhTWsmj7GqVN6B38/view?usp=drivesdk
Video Story Petir
https://drive.google.com/file/d/1g4s6ujsSw_zOrBiy592lw5qr91anid6u/view?usp=drivesdk
https://drive.google.com/file/d/18l92jEutSbZvwsqhN3pPGsT3c4fBJWdB/view?usp=drivesdk
Video Story Bohol
https://drive.google.com/file/d/10PngftfvjndJ3UsCMA-CSkSC2ol7QsL-/view?usp=drivesdk
Video Story Melikan
https://drive.google.com/file/d/10Ra_lRLq_ruow_KEBz5MHMUOTSOoemcB/view?usp=drivesdk
Video Story Botodayaan
https://drive.google.com/file/d/1OGXLOdFqrl1gQSzhGmIUoVHwTk6vpjcR/view?usp=drivesdk
Video Story Karangwuni
https://drive.google.com/file/d/1NzBkecHkWVs1Q9sFtGFOfmgs9LuDqRtm/view?usp=drivesdk
Video Story Semugih
Video Ketapang Kalurahan Semugih
https://drive.google.com/file/d/1RuhXYajcRmeoCYK5J6CUztvejGjrZBak/view?usp=drivesdk
Memahami Kewirausahaan
Rongkop_Blogspot(Maret 2026)
UMKM,mulai dipercaya menjadi nadi perekonomian di Kalurahan.
Tidak hanya janji rupiah yang diharapkan.Tidak sedikit kesejahteraan lahir dari kegiatan ini.
Pertanyaan yang selalu mengemuka adalah soal pemasaran.
Bagaimana hal ini dilakukan?Rumusan ap yang wajib dikemas?
Berikut spesial UMKM untuk kita renungkan
https://docs.google.com/presentation/d/1MDeOykYSkkfbJIMfuzy32BviDOwXt1Mi/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true
Dengan demikian,gundah gulana tentang penjualan perlahan bisa dipami (g.aribowo)
Teknik Pendataan RTLH
Senin, 02 Maret 2026
Koperasi KDMP : Barisan Bisnis Dan Demokratis
PEMERINTAH berhasil membentuk 83.353 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) (Simkopdes.go.id, 23 Februari 2026) di seluruh desa/kelurahan Indonesia. Program skala nasional itu tiada presedennya dalam sejarah republik. Pemerintah kerahkan berbagai kementerian/lembaga dengan kebijakan serta regulasi untuk menyukseskan program itu. Peran Pemerintah pada program ini, seperti kita tahu, bukan sekadar regulator, melainkan motor utama. Pemerintah aktif hadir sejak fase inisiasi, desain kelembagaan, pengembangan SDM, akses sumberdaya dan bahkan pembangunan infrastruktur fisik. Bila diandaikan, dalam skala intervensi 1 sampai 10, intervensi model koperasi ini berada di angka sembilan. Karenanya boleh sekali kita sebut sebagai State-Engineered Cooperative Institutionalism (SECI). Terkini, melalui BUMN PT. Agrinas Pangan Nusantara bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah bangun ribuan gerai moderen.
Tak hanya itu, 105.000 unit armada disiapkan untuk mendukung operasional logistik. Sumber dayanya diambil dari pagu Dana Desa sebesar 58 persen (2026). Dalam khazanah perkoperasian, konfigurasi semacam itu bukan arus utama. Bahkan bisa dikata menyimpangi ortodoksi. Logue & Yates (2005) dalam studi menyebutnya sebagai parastatal cooperative, yang cenderung gagal berdasar pengalaman berbagai negara.
Maka, pertanyaan hipotetis yang menarik diajukan adalah, bagaimana bila model SECI ini justru berhasil? Dalam artian KDKMP produktif secara bisnis, demokratis secara organisasi, dan mampu bertahan jangka panjang
Jika itu terjadi, maka nampaknya banyak teori perlu ditulis ulang.
Teori pada dasarnya adalah paradigma yang ajeg, stabil, dan teruji. Teori lahir dari pengalaman empiris yang berulang. Dalam teori koperasi, ada beberapa asumsi yang relatif mapan. Pertama, koperasi harus otonom sejak awal. Kedua, koperasi idealnya tumbuh dari kebutuhan komunitas, bottom-up bukan top-down. Ketiga, intervensi negara yang berlebihan cenderung menciptakan ketergantungan permanen. Keempat, aksi kolektif sulit terbentuk tanpa insentif internal yang kuat. Namun, teori sesungguhnya tidak berhenti di ruang kuliah. Teori pada gilirannya menjadi kerangka berpikir perumus kebijakan. Ia menjadi basis teknokratik suatu kebijakan tertentu. Dari teori lahir kebijakan; Dari kebijakan lahir desain program; Dari desain program lahir intervensi.
Lantas, apa saja teori yang berpeluang direvisi berdasar pengalaman dan konteks Indonesia itu? Otonomi Koperasi Prinsip otonomi dan independensi merupakan salah satu pilar utama dalam ICA Cooperative Principles (1995). Literatur seperti Birchall (2014) dan Novkovic (2008) menegaskan bahwa koperasi yang sehat harus bebas dari kontrol eksternal agar demokrasi organisasi terjaga. Otonomi diposisikan sebagai prasyarat normatif, yakni kondisi awal yang tidak boleh ditawar. Namun, jika model KDKMP berhasil, maka asumsi ini perlu direvisi. Otonomi tidak lagi dipahami sebagai titik awal, melainkan sebagai hasil evolusi kelembagaan. Negara dapat hadir sebagai arsitek sedari awal sejauh terdapat mekanisme transisi menuju kemandirian. ( g.aribowo)
Mudik ,Ekspresi Kangen
Mudik , Pertemuan Yang Mengakurkan JamanOleh : Gunawan aribowo
MUDIK bukan sekadar perjalanan tahunan menjelang Lebaran. Ia adalah ritual sosial yang menautkan ingatan, identitas, dan emosi jutaan orang Indonesia dalam satu gerak kolektif. Setiap tahun, arus manusia bergerak serempak dari kota ke desa, dari pusat ekonomi ke pusat emosi, seolah mengikuti denyut yang sama. Fenomena ini tidak lahir dari kebiasaan spontan, melainkan tumbuh dari struktur sosial yang panjang: sejarah urbanisasi, migrasi kerja, dan budaya kekeluargaan yang mengakar kuat. Dalam konteks ini, mudik bukan hanya perpindahan geografis, tetapi ekspresi kerinduan yang dibentuk oleh sistem sosial itu sendiri sebagai sebuah “rindu struktural”. Perubahan struktur sosial Indonesia sejak dekade 1970-an menjadi fondasi utama lahirnya rindu struktural ini. Urbanisasi besar-besaran ke kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan melahirkan kelas perantau baru. Mereka hidup di kota, bekerja di pusat ekonomi, dan membangun kehidupan modern, tetapi secara kultural tetap tertambat pada desa. Identitas mereka terbelah: secara struktural mereka adalah warga kota, tetapi secara emosional mereka tetap anak kampung. Di titik inilah mudik menemukan maknanya yang paling intim. Antropolog Heddy Shri Ahimsa-Putra dalam berbagai kajian budaya dan antropologi sosialnya sejak awal 2000-an, khususnya diskursus tentang masyarakat urban–desa, menyebut mudik sebagai ekspresi “rindu struktural”, yakni kerinduan yang lahir bukan semata dari perasaan individual, tetapi dari sistem sosial yang membentuk jarak antara kehidupan ekonomi dan kehidupan emosional manusia. Kota menyediakan pekerjaan, tetapi desa menyediakan rasa memiliki. Kota memberi penghasilan, tetapi desa memberi makna relasi. Maka mudik menjadi jembatan emosional antara dua dunia yang terpisah secara struktural.
Secara etimologis, kata mudik berasal dari “mulih dilik” dalam bahasa Jawa dan “udik” dalam bahasa Melayu. Keduanya menunjuk arah pulang ke hulu, ke asal, ke sumber kehidupan. Makna bahasa ini menunjukkan bahwa mudik sejak awal bukan sekadar pulang dari tempat tinggal sementara, melainkan pulang ke akar identitas. Sejarah sosial Nusantara mencatat bahwa tradisi pulang kampung saat hari besar telah berlangsung sejak masa kerajaan, jauh sebelum negara modern terbentuk. Pada era Orde Baru (1966–1998), tradisi ini semakin menguat seiring pembangunan infrastruktur transportasi dan kebijakan cuti bersama negara, yang secara struktural justru memperbesar arus migrasi kerja dan jarak desa–kota. Harian Kompas, dalam “Mudik dan Identitas Sosial Indonesia” (10/4/2019), bahkan menyebut mudik sebagai “ritual nasional yang melampaui agama”, karena ia telah menjadi praktik sosial lintas kelas, lintas profesi, dan lintas latar belakang budaya. Artinya, mudik telah berubah dari tradisi kultural menjadi mekanisme sosial nasional, yakni sebuah sistem pulang bersama yang diproduksi oleh struktur masyarakat itu sendiri. Mudik tidak hanya bekerja pada level fisik. Ia bekerja lebih dalam, pada level identitas. Di kota, identitas manusia dibentuk oleh profesi, jabatan, status ekonomi, dan posisi sosial. Di desa, identitas dibentuk oleh relasi, silsilah keluarga, dan sejarah komunitas. Mudik mempertemukan dua sistem identitas ini dalam satu tubuh sosial yang sama.(g.aribowo)
Bumkal,Ada Apa Denganmu?
Rongkop_TPPbloger(Maret 2026)
Bumkal,awal lahirnya UU Desa masuh terlihat samun.
Tidak begitu banyak yang memahami.
Diskusi selaluasih berkutat pada pembentukan.Jangankan keuntungan.Inovasi usahapun masih mentah.Tidak jarang yang memahami sebagai organisasi usaha pemerintah di Kalurahan.
Perjalanan dasa warsa terakhir,makin mbuka misteri.Bagaimana kekuatan Bumkal tidak saja pelengkap papan nama depan balai kalurahan,namun kesejahteraan mulai mengantri untuk diusung.
Lebih rinci tentang Bumkal?
ikuti ulasan berikut:
https://docs.google.com/presentation/d/1BfXTPgk1xUk39yzoM8ycwnpFCseyczxt/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true
Sinergi Aktor Pemberdayaan
Rongkop_TPPBlogger(Maret 2026)
Pemberdayaan,gaungnya selalu menjadi pembuka setiap materi bicara.
Bagaimana mesin pemberdayaan bekerja?
simak ulasan berikut ini:
https://docs.google.com/presentation/d/1p9rmLg8oCxOSpc-ytxep-hXKbnKgpDEy/edit?usp=drivesdk&ouid=115339862343607044727&rtpof=true&sd=true
Memaknai Safari Taraweh,Merawat Nilai Sosial Ramadan,
Rongkop_(2/3/2026), Ramadan menjadi bulan suci yang penuh berkah bagi umat Islam. Selain menjalankan ibadah puasa, ada berbagai kegiatan keagamaan yang populer dilaksanakan oleh masyarakat. Salah satu adalah kegiatan Safari Ramadan.
Kegiatan ini membawa manfaat bagi individu maupun masyarakat secara luas dengan berbagai ragam acara yang bertujuan mempererat silaturahmi. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Safari Ramadan.
Safari Ramadan menjadi ajang bertemunya seluruh elemen masyarakat daerah setempat. Hal ini membantu mempererat ukhuah atau hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, tokoh agama dengan jemaah, serta sesama umat Islam secara umum.
Hal in yang mengemuka adalah Banyak kegiatan sosial yang dilakukan dalam Safari Ramadan, seperti pemberian santunan ke orang yang membutuhkan, pembagian takjil, serta bantuan bagi masjid dan pesantren. Ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.(g.aribowo)
Senin, 23 Februari 2026
Pendampingan Persiapan Laporan Pertanggungjawaban Bumkal Prima Kalurahan Pringombo
Pendampingan Persiapan Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Prima Kalurahan Pringombo
Dalam rangka meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa, telah dilaksanakan kegiatan pendampingan persiapan laporan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses administrasi dan pelaporan keuangan BUMKal berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip transparansi dan profesionalitas.
Pendampingan ini difokuskan pada penyusunan laporan keuangan yang meliputi laporan realisasi kegiatan usaha, laporan laba rugi, neraca, serta laporan arus kas. Selain itu, tim pendamping juga memberikan penguatan terkait kelengkapan dokumen pendukung, seperti bukti transaksi, buku kas umum, buku pembantu, dan arsip administrasi lainnya.
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pengelola. Melalui pendampingan yang intensif dan komunikatif, permasalahan tersebut dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Diharapkan, dengan adanya pendampingan ini, pengurus BUMKal semakin percaya diri dalam menyusun laporan pertanggungjawaban secara tepat waktu, akurat, dan transparan. Kedepan, tata kelola BUMKal diharapkan semakin baik sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai komitmen bersama, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan BUMKal yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.(Asristya H)
Selasa, 17 Februari 2026
Dibalik DPA RAK Kalurahan
Rongkop- TPP Rongkop, (18/2/2026)- Pengelolaan anggaran APB Kalurahan selain dipandu oleh regulasi berupa Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, Peraturan Bupati ,hal penting lainya adalah kendali program.Istilah penatausahaan keuangan desa, lazim dinamai dokumen penggunaan anggaran dan rencana anggaran kegiatan.
(doc.penyusunan DPA Botodayaan)
Penjadwalan pelaksanaan kegiatan diyakini bisa menjadi alat navigasi bagi pemerintah kalurahan dalam mengelola perjalanan program selama tahun berjalan secara tepat dan terpadu.
Untuk menguatkan kapasitas pelaksana teknis, metode penyusunan DPA RAK melalui diskusi, simulasi, ekspose hasil layak dilakukan agar memperoleh hasil tuntas.
Setidaknya terdapat dua kategori pasca penjajakan penyusunan DPA RAK yaitu lumsum, trial error.Lumsum adalah kategori penyusunan dengan kekuatan tim penuh, tidak ada pengulangan, semua anggota melakukan , tepantau .Umumnya terjadi saat sosialisasi dan diskusi penyusunan.Sedangkan trial error merupakann kategori yang memerlukan pemantauan khusus karena belum semua pelaksana teknis melakukan, kesamaan persepsi belum terbangun dan tim mengalamii kesulitan penyusunan.
Tahap akhir adalah tuntas, merupakan tahapan pemantauan program secara holistik. Hanya satu sentuhan ,pergerakan kegiatan serta hasil kegiatan dapat terpantau lengkap beserta dokumen foto video, serta dokumen kerja pendukung lainya.
Keungulan yang menonjol dari DPA RAK ini adalah dokumen kegiatan tidak tercerai , serta menjadi diantara alat ukur kinerja pamong .(gunawan aribowo)
Kamis, 12 Februari 2026
Azimat Pemberdayaan Masyarakat
Rongkop-Tpp Rongkop (13/2/2026), Sejak pagi balai Kalurahan Botodayaan tidak seperti biasanya.Warga yang terdiri dari pamong kalurahan,lembaga pemerintah kalurahan,lembaga kemasyarakatan pengurus KDMP dan Pengelola Bumkal berjajar antri mengisi daftar hadir diskusi kemitraan ekonomi Kalurahan.
Bumkal Barokah dengan andalan program ketahanan pangan mampu memberikan kontribusi dari peternakan,pertokoan,agen minyak goreng terhadap PAK sebesar Rp 6.576.000, dengan omset sebesar Rp 99.914.809 menginisiasi rembug mataraman bersama KDMP Botodayaan untuk menyusun ren aksi tata kelo kolaboratif ketahanan ekonomi Kalurahan dalam kemasan Rapat Anggota Tahunan KDMP
Beberapa point penting ditelurkan.Selain menguliti potensi ekonomi kalurahan, juga penjajakan kerjasama usaha bidang pertanian sebagai konsep kemitraan. Bumkal menyediakan bibit pertanian,KDMP membeli hasil panen.Kolaborasi yang dinilai ampuh memperpendek rantai pasok petani ke distributor sehingga petani memiliki posisi tawar harga yang kuat terhadap produk pertanian yang dihasilkan.
Pendamping Desa TPP Kemendesa PDT RI,Gunawan aribowo yang menjadi moderator diskusi menyampaikan," Kebutuhan lembaga ekonomi desa,tidak sekedar Desa memiliki mimpi,tapi 3 hal wajib harus dikantongi,yaitu tujuan,sasaran serta indikator keberhasilan". Masing masing diramu dalam rencana aksi serta ada sdm terlatih yang diberi kuasa," pungkas gunawan aribowo.(gunawan abe).
Selasa, 10 Februari 2026
Bimtek Asesmen Reformasi Kalurahan
Wonosari,(10/2/2026),Genderang perubahan menuju lebih baik sudah bertalu.
Sederet jadwal program tersusun,lengkap dengan target capaian.
Adalah Asesmen Reformasi Kalurahan.
Sebuah program evaluasi untuk mengukur kapasitas dan kapabilitas penyelnggaraan pemerintahan kalurahan serta pberdayaan masyarakat.
Bertempat di Graha BMT Ummat Wonosari, Selasa 10 Februari 2026 ,enam unsur pelaku program pembangunan di Kalurahan memperoleh pembekalan teknis asesmen dari Dimas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan,Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY.
Berbeda dengan tahun sebelumnya,secara resmi TPP Kabupaten Gunungkidul memperoleh porsi program asesmen.
Diakhir acara,rencana tindak lanjut disusun bersama yang akan dilaksanakan sinApril 2026.
Sebagai langkah lanjutan,Pemerintah Kapanewon diharapkan menyusun sinergitas tim agar manfaat asesmen segera diketahui Pemerintah Kalurahan untuk evaluasi dan penyusunan perencanaan Kalurahan.(gunawan aribowo)
Minggu, 08 Februari 2026
Video Story Pucanganom
https://drive.google.com/file/d/1IfK4-H9DhTH-uw7sKcquhBMGgZ4vqoUs/view?usp=drivesdk
-
Rongkop,_ (07/02/2026) _ Forum Bumkal Kapanewon Rongkop Gelar Pertemuan ketiga : Membahas Penilaian Klasifikasi Bumkal Forum Badan Usah...
-
Rongkop- TPP Rongkop, (18/2/2026)- Pengelolaan anggaran APB Kalurahan selain dipandu oleh regulasi berupa Peraturan Menteri, Peraturan Daer...
-
Wonosari-TPPRongkop - Kesejahteraan masyarakat menjadi masalah menahun dan turun temurun terjadi di desa.Namun masyarakat desa adalah mal...








