Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), Tim Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Rongkop terus berperan aktif dalam memberikan fasilitasi kepada pemerintah desa. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pendampingan proses pemeringkatan BUMKal, sebagaimana telah diamanatkan dalam kebijakan pengembangan ekonomi desa.
Pemeringkatan BUMKal bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur tingkat perkembangan, profesionalitas, serta keberlanjutan usaha desa. Melalui proses ini, setiap BUMKal dapat diketahui posisinya, apakah masih dalam tahap rintisan,pemula berkembang, atau maju. Dengan demikian, arah pembinaan dan intervensi program dapat disesuaikan secara lebih tepat sasaran.
TPP Rongkop hadir sebagai fasilitator yang menjembatani pemahaman pemerintah desa dan pengelola BUMKal terhadap indikator-indikator penilaian. Pendampingan dilakukan mulai dari sosialisasi kebijakan, pengumpulan data, pengisian instrumen penilaian, hingga verifikasi dan validasi data. Dalam proses ini, TPP juga mendorong transparansi serta akuntabilitas pengelolaan usaha desa.
Selain itu, kegiatan pemeringkatan menjadi momentum refleksi bagi pengelola BUMKal untuk mengevaluasi kinerja usaha yang telah berjalan. Banyak aspek yang menjadi perhatian, seperti kelembagaan, administrasi, keuangan, hingga inovasi usaha. Dengan adanya fasilitasi ini, diharapkan BUMKal tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat desa.
Kolaborasi antara TPP, pemerintah desa, dan pengelola BUMKal menjadi kunci keberhasilan dalam proses ini. Pendampingan yang intensif dan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong BUMKal di wilayah Rongkop untuk naik kelas, lebih profesional, serta adaptif terhadap dinamika ekonomi lokal.
Ke depan, hasil pemeringkatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai data semata, melainkan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan lanjutan, baik di tingkat desa maupun supra desa. Dengan demikian, BUMKal benar-benar dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan._Asristya Hardiyanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar