Ayat-Ayat Ketahanan Pangan Di Desa

Gunungkidul, -MelihatDesa, Selasa dipekan ketiga Oktober 2025 terbersit succes story desa yang menarik dari hasil belanja masalah ketahanan pangan.

Di Desa Pucanganom -Rongkop Gunungkidul DIY, pertanian desanya tumbuh dengan iming-iming kesejahteraan.Daya beli di awal tanam menjadi kewajiban belanja petani untuk memenuhi kebutuhan budi daya jagung dan padi sebagai komoditas unggulan.Kebutuhan dasar petani membutuhkan kecepatan memperoleh bibit, dengan harga terjangkau.Lagi-lagi, problem usaha pertanian mikro di desa adalah soal modal dan ketersediaan barang untuk seluruh biaya input.

Menariknya ,keberpihakan APBDesa mengalokasikan 20% anggaran untuk modal ketahanan pangan  tumbuh dengan memerankan BUMDesa sebagai panglima.Manfaat BUMDesa dibagi ke warga sebagai equity holders atas beragam kebutuhan pertanian dalam usaha BUMDesa.Kebutuhan bibit, sarana produksi pertanian, pemberantasan hama, gulma.

Succes story dalam usaha BUMDesa sekaligus merefleksikan adanya secondary layer dalam membangun BUMDesa sesuai core business desa.

Pendampingan bumdesa

Ketahanan  pangan di Desa bukan hanya memenuhi kebutuhan bibit dan pendukung pertanian, tapi juga masyarakat desa memiliki stabilitas ekonomi dan mampu mengelola resiko dengan baik.
Jangka panjang dengan preferensi pekerjaan penduduk desa yang dominan pada sektor pertanian, maka diperlulan investasi yang mendukung kegiatan pertanian.
“Kualitas layanan BUMDesa juga tidak luput dari kerangka makro pengembangan ketahanan pangan desa.
Management organisasi profesional  sangat dibutuhkan, termasuk penata usahaan keuangan BUMDesa yang bersandar pada standar administrasi keuangan berbasis aplikasi, ,”kata Gunawan bersama Asristya  dalam pendampingan di desa Selasa (21/10/2025) (G.aribowo)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seribu Harapan di Kopdes Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih Dalam Penyaluran Dana Desa